Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Panen 10.000 Hektare Tahun Ini

Menteri Dody Percepat Infrastruktur di Wanam, Dukung Panen 10.000 Hektare Tahun Ini
Menteri PU saat mengunjungi progres infrastruktur di Wanam ( birkom pu)

Spektroom – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Provinsi Papua Selatan, sejak Senin (9/2) sebagai bagian dari percepatan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto agar pada tahun ini lahan seluas minimal 10.000 hektare sudah dapat mulai dipanen.

Menteri Dody mengatakan, seluruh jajaran Kementerian PU bersama mitra terkait bekerja intensif .“Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai,” kata Menteri Dody do Merauke,Selasa (102/2026).

Menurut Menteri Dody, saat ini progres pembukaan akses jalan dan pengendalian kawasan rawa terus berjalan. “Kita sedang mengejar proses, yang mendesak adalah pengendalian banjir dan pembangunan saluran primer sampai KM 38." kata Dody.

Selain lahan pertanian dan irigasi juga infrastruktur jalan (birkom pu)

Untuk mendukung kebutuhan air irigasi 10.000 hektare lahan sawah, Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air tengah menghitung potensi sumber air dari rawa di KM 39. Apabila kapasitasnya belum mencukupi, alternatif suplai air akan ditarik dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias (KM 58). Pada Segmen II, Kementerian PU telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 80,02 km, dilengkapi jembatan total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi. Pekerjaan didukung 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.

Sementara pada Segmen I, akan dilakukan pembangunan sepanjang 58,00 km dengan lebar badan jalan 7,5 meter dan bahu jalan 1,5 meter. Infrastruktur pendukung mencakup empat unit jembatan (tiga bentang 50 meter dan satu bentang 40 meter), pile slab sepanjang 6,1 km lebar 11 meter, serta 17 unit box culvert. Pekerjaan di kawasan rawa membutuhkan metode konstruksi khusus agar tetap menjaga stabilitas tanah dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh. Tapi kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody juga menekankan pentingnya pendekatan sosial kepada masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari percepatan proyek strategis ini.

“Pendekatan dengan masyarakat tetap kita lakukan. Harapannya tidak ada lagi hambatan di lapangan. Pembangunan ini untuk kesejahteraan bersama, khususnya mendukung kemandirian pangan nasional sesuai arahan Presiden,” ujar Menteri Dody.

Dengan sinergi lintas sektor dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan serta irigasi, Kementerian PU optimistis target Presiden Prabowo Subianto untuk memulai panen 10.000 hektare di Papua Selatan pada tahun ini dapat tercapai, sekaligus memperkuat posisi Papua sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Berita terkait

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Program Prioritas Wihaji : BKKBN Maluku Utara Salurkan Nutrisi GENTING untuk Menekan Stunting

Loloda-Spektroom : Setelah menyalurkan bantuan sosial dalam rangka Hari Kartini oleh DWP Kemendukbangga/BKKBN RI di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, rombongan yang dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, M.K.M., melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Loloda Kepulauan. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penyaluran Bantuan Genting dari

Nanang Adrany