Trending

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon akan Buka Simposium Internasional "We Are Site Managers" (WASM) di Sawahlunto

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon akan Buka Simposium Internasional "We Are Site Managers" (WASM) di Sawahlunto
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon akan Buka Simposium Internasional di Sawahlunto. (Foto : Dok Panitia)

Spektroom - Kota Sawahlunto, sebagai kota situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara siap menjadi tuan rumah kegiatan We Are Site Managers International Symposium yang digelar pada 23 hingga 28 Agustus 2025 mendatang.

Kegiatan tersebut akan dihadiri perwakilan dari 21 negara dan menghadirkan 35 narasumber, termasuk dari UNESCO dan Komite Warisan Dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Hilmed mengatakan, acara tersebut dipusatkan di hotel Bukit Asam, Kota Sawahlunto dan dibuka langsung Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadly Zon pada Senin 25 Agustus mendatang.

Tamu internasional direncanakan bakal mengunjungi sejumlah kawasan yang berkaitan dengan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), mulai dari Museum Kereta Api di Lembah Segar hingga penjara orang rantai di Sungai Durian, Kota Sawahlunto.

Sawahlunto, Kota tambang nan mendunia siap jadi tuan rumah Simposium Internasional. (Foto : Dok Panitia)

Sementara itu, Steering Committee (SC) WASM, Sudarmoko menegaskan, penyelenggaraan simposium tersebut merupakan kehormatan besar tidak hanya di Sawahlunto, namun juga bagi Pemeritah Daerah dan masyarakat Sumatera Barat.

Selain sebagai forum akademik, WASM juga menjadi ajang promosi strategis untuk memperkenalkan Sumbar dan Indonesia di kancah internasional.

“WTBOS adalah satu-satunya dari enam warisan budaya Indonesia yang bertema industri. Melalui WASM, kita ingin memperkuat jejaring antarwarisan budaya dunia, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Dr. Sudarmoko.

Forum Site Manager dan Komite Warisan Dunia tersebut juga menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan UNESCO, akademisi, dan pegiat warisan budaya dunia.

Ia berharap, hasil simposium ini dapat menjadi langkah nyata dalam pembentukan badan pengelola WTBOS, demi menjaga warisan budaya dunia agar terus lestari bagi generasi mendatang. (RRE/Hans)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru