Menteri PKP Minta Dukungan LKPP Dalam Pengadaan Barang / Jasa Bidang Perumahan

Menteri PKP Minta Dukungan LKPP Dalam Pengadaan Barang / Jasa Bidang Perumahan
Menteri Ara (kiri) dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi (foto: birkom pkp/ rist)

Spektroom - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait kemarin,Selasa (5/8)  meminta dukungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk  Pengadaan Barang/ Jasa di Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Adanya dukungan LKPP diharapkan dapat meningkatkan capaian pembangunan perumahan sekaligus mendorong pelaksanaan pengadaan barang / jasa di lingkungan Kementerian PKP.

"Kami meminta dukungan LKPP dalam tender cepat di lingkungan Kementerian PKP," ujar Menteri PKP di Kantor LKPP, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

"Secara prinsip saya mendukung tender lewat e-catalog. Bahkan saya juga pernah mengusulkan adanya sentral purchasing untuk bahan material bangunan sehingga nantinya harga rumah bisa turun," katanya.

Menteri PKP juga menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil pertemuan  tersebut dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara Kementerian PKP dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah tentang Kolaborasi dan Sinergi Tugas dan Fungsi Dalam Pengadaan Barang/ Jasa Di Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam waktu dekat.

 "Saya juga berharap pegawai LKPP yang ingin memiliki rumah subsidi bisa memanfaatkan KPR FLPP. Berapapun rumah subsidi yang dibutuhkan saya akan dukung dengan kuota KPR FLPP," imbuhnya.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi juga menyambut baik atas kunjungan kerja Menteri PKP ke LKPP. Menurutnya, LKPP juga akan mendukung Kementerian PKP dalam pengadaan barang/ jasa perumahan. "Kami siap mendukung Kementerian PKP dalam proses pengadaan barang/ jasa," terangnya

Berita terkait

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Jakarta-Spektroom : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Forum yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta

Riswan Idris, Rafles