Menteri PKP Minta Pejabat Untuk Jaga Kehormatan Dan Bantu Rakyat Miliki Rumah

Menteri PKP Minta Pejabat Untuk Jaga Kehormatan Dan Bantu Rakyat Miliki Rumah
Menteri PKP Maruarar Sirait (ara) memberi selamat pada 4 pejabat yang dilantik ( foto: birkom pkp/ rist)

Spektroom - Menteri PKP  minta Pejabat untuk bantu rakyat miliki rumah. Ia   juga mengingatkan agar para pejabat tidak hanya bekerja sesuai tugas dan amanah yang diberikan, tapi juga mampu menjaga kehormatan diri dan keluarga dengan baik. Selain itu juga harus mampu bekerja keras untuk mensukseskan Program 3 Juta seperti yang diharapkan Pemerintah.

"Mari kita gunakan waktu yang diberikan oleh Tuhan untuk negara dan bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat," ujar Menteri PKP saat memberikan pengarahan usai  melantik  4 orang Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian PKP di Kantor Kementerian PKP  Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Menteri Ara berharap para Pejabat dan karyawan Kementerian PKP  agar melaksanakan tugas sebaik mungkin,secepat mungkin dengan disiplin dan kejujuran membantu mensukseskan program pemerintah tiga juta rumah untuk rakyat.

Beberapa pejabat yang dilantik antara lain berada di dua Direktorat Jenderal. Pertama di Lingkungan Ditjen Perumahan Perdesaan La Ode Burchamaa  sebagai Sesditjen Perumahan Perdesaan dan Teddy Paul H Siagian  sebagai Direktur Pembangunan Perumahan Perdesaan

Selanjutnya di Lingkungan Ditjen Perumahan Perkotaan yakni Dr. Nasrullah,  sebagai Sesditjen Perumahan Perkotaan dan Tati Meilani Kacaribu,sebagai Direktur Sistem dan Strategi Pembangunan Perumahan Perkotaan.

Berita terkait

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Jakarta-Spektroom : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Forum yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta

Riswan Idris, Rafles