Menteri PU: Secepatnya Dilakukan Identifikasi Kerusakan Bendung dan Jaringan DI Pante Lhong di Bireuen

Menteri PU: Secepatnya Dilakukan  Identifikasi Kerusakan Bendung dan Jaringan DI Pante Lhong di Bireuen
Menteri PU bersama jajaran nya melihat kerusakan di Bendung Pante Lhong Bireun ( birkom pu)

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan identifikasi kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong seluas 6.562 hektare di Kabupaten Bireuen.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa dalam penanganan pascabencana Bendung dan jaringan D.I Pante Lhong harus tepat dan efisien sehingga diperlukan identifikasi terlebih dulu. Ujar Menteri Dody saat kunjungan di Bireun Aceh,Kamis (01/01/2025)

“Untuk D.I ini harus diidentifikasi dan dibuatkan desain penanganannya dulu karena sungainya melebar sangat signifikan supaya bendung ini dapat tetap dimanfaatkan. Dalam proses nanti kita akan melibatkan padat karya untuk normalisasi saluran irigasi agar bisa mengalirkan air ke sawah-sawah,”ujar Menteri Dody.

Menteri PU menegaskan dalam penanganan bendung ini hrs teliti,cepat,dan efisien ( birkom pu)

Bendung D.I. Pante Lhong merupakan sumber utama penyediaan air irigasi untuk layanan persawahan seluas 6.562 hektar melalui intake kiri. Berdasarkan hasil peninjauan awal, bendung saat ini tidak dapat berfungsi secara optimal akibat endapan sedimen yang terjadi pada bangunan intake dan apron mercu.

Kerusakan juga teridentifikasi pada tanggul kanan di bagian hulu bendung, serta adanya endapan sedimen pada trashrack, kantong lumpur, dan pembilas kantong lumpur. Kondisi tersebut diperparah dari kejadian overtopping yang menyebabkan putusnya tanggul sungai di hulu hingga berdampak pada tubuh bendung.

Selain kerusakan pada bangunan utama bendung, hasil identifikasi juga menunjukkan kerusakan signifikan pada jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong. Sejumlah saluran tertutup mengalami keruntuhan akibat genangan, serta hilangnya tanggul pada beberapa ruas saluran akibat limpasan air.

Menteri PU mengatakan untuk perbaikan irigasi akan melibatkan masyarakat pada program padat karya ( birkom pu)

Endapan sedimen juga ditemukan pada saluran sekunder serta area persawahan, dengan luasan sawah terdampak mencapai sekitar ±1.282 hektare. Kondisi ini menyebabkan terganggunya distribusi air irigasi dan menurunnya fungsi layanan irigasi bagi petani.

Untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi dan area persawahan, diperlukan pekerjaan rehabilitasi saluran yang rusak, normalisasi saluran, serta rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir. Total kebutuhan anggaran penanganan jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong diperkirakan sebesar ± Rp79 miliar.

“Untuk identifikasi dan desain permasalahan bendung dan Jaringan Irigasi nanti bisa melalui Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air sehingga dapat diketahui seperti apa penangananya yang nantinya secara bertahap bisa dapat mengairi persawahan,“ujar Menteri Dody Hanggodo.

Kementerian PU melalui perencanaan teknis penanganan infrastruktur irigasi D.I. Pante Lhong ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan irigasi, menjaga keberlanjutan produksi pertanian, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.

Berita terkait

Pemkab Gowa Apresiasi Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Penguatan Sektor Pertanian

Pemkab Gowa Apresiasi Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Penguatan Sektor Pertanian

Spektroom - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani di dua kecamatan di Kabupaten Gowa, Minggu (18/1/2026). Bantuan tersebut diserahkan di dua desa, masing-masing Desa Toddotoa, Kecamatan Pallangga, dan Desa Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan. Dalam kesempatan

Yahya Patta, Julianto