Rakor TPID Ungkap Kenaikan Harga Komoditas Penyumbang IPH Minggu Ke 3 Juni 2026
Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Invlasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekubang Liza Derni bersama anggota Forkopimda dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Lampung, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, Senin (22/6/2026).
TPID Provinsi Lampung mengikutnya secara Virtual dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, kompleks kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung.
Sementara Rakor itu sendiri berlangsung di Graha Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat, dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Dalam Paparannya Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan ada beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ke 3 Bulan Juni 2026, seperti bawang merah, cabai merah dan bawang putih.

"Kalau kita kelompokkan, Komoditas yang pengaruhnya terhadap IPH, yaitu bawang merah, ada di 286 kabupaten dan kota, kemudian cabai merah, di 266 kabupatendan kota leveling harganya relatif tinggi. Kemudian juga bawang putih, mengalami peningkatan IPH-nya di 223 Kabupaten dan Kota. Berikutnya Cabai Rawit terjadi di 173 kabupaten dan kota pada kondisi minggu ketiga bulan Juni 2026." terang Ateng Hartono.
Menurut Ateng yang perlu mendapat perhatian adalah beras, pada minggu ketiga di Juni 2026 ada 130 kabupaten dan kota yang mengalami peningkatan IPH serta daging sapi, ayam dan telur ayam ras.
"Beras juga pada leveling harganya diidentifikasikan ini beberapa wilayah pada harga yang sudah cukup tinggi. Berikutnya daging sapi 82 Kabupaten dan Kota, daging ayam ras ada 70 Kabupaten dan Kota, gula pasir ada 66 kabupaten dan kota, dan telur ayam ras ada 49 kabupaten dan kota" ujar Ateng merinci.
Ateng Hartono mencontohkan di Papua Pegunungan walaupun perubahan IPH-nya hanya 0,78%, namun untuk harga beras mencapai Rp.30.000.
Diforum yang sama Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis menyatakan naiknya harga Telur dan ayam ras diakibatkan konsumsi telur dan daging ayam dalam program MBG dua kali dalam seminggu, sehingga permintaan meningkat dan berpengaruh terhadap harga.
Namun demikian asosiasi atau kooperasi peternak rakyat di Jawa Tengah bersedia mensuplai telur dan daging ayam, serta mengantar ke dapur mitra SPPG di Jawa Tengah, sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan
Kaitannya dengan transaksi jual beli telur dan daging ayam, Nita Yulianis menjelaskan pembelian dilakukan langsung ke asosiasi atau kooperasi peternak rakyat di Jawa Tengah dengan harga telur ayam sebesar Rp.26.000 per kilogram dan daging ayam Rp35.000 per kilogram atau setara Rp20.000 per kilogram berat hidup dan akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan harga acuan pemerintah.
"Untuk itu kami berharap bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten lainnya juga dapat melakukan aksi strategis serupa untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga baik di produsen maupun konsumen, baik dihulu dan dihilir" ujarnnya berharap.
Berkaitan dengan aksi strategis BAPANAS terkait dengan stabilisasi harga pangan wilayah Maluku dan Papua lanjut Nita Yulianis telah berkoordinasi bersama Kemenko Pangan, Kementerian Perhubungan Pemprov Maluku Utara dan Pemprov Papua, Papua Selatan dan Kementerian Dalam Negeri pada 18 Juni 2026.
"Dalam Kordinasi tersebut menetapkan rute prioritas dan jadwal pengiriman yang lebih pasti terutama untuk komunitas pangan strategis serta mendorong penambahan frekuensi tol laut, akuntan perintis kargo dan subsidi angkutan untuk rute beresiko" Ujarnnya.
Kemudian, mengembangkan sistem informasi, rantai pasok dan harga real time yang bisa diakses pemerintah dan pelaku usaha serta memperkuat gudang regional, dermaga kecil dan infrastruktur pelabuhan atau logistik antar pulau
"Kami juga mengintegrasikan data muatan berangkat dan muatan balik, termasuk tol laut, jembatan udara dan subsidi barang perintis serta mengidentifikasi komunitas unggulan daerah timur untuk muatan balik agar arus logistik lebih seimbang" pungkasnya (@Ng).