Trending

Menuju Kota Ramah Lansia 2030, Pemkot Surakarta Perkuat Pemberdayaan dan Layanan

Menuju Kota Ramah Lansia 2030, Pemkot Surakarta Perkuat Pemberdayaan dan Layanan
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri kegiatan Wisuda Lansia. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Pemerintah Kota Surakarta memperkuat pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan transportasi, pelatihan keterampilan, serta penyediaan ruang partisipasi dalam pembangunan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan aktif di lingkungan sosialnya, sekaligus mewujudkan Surakarta sebagai Kota Ramah Lansia 2030.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri kegiatan Wisuda Lansia yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta, di Balaikota, Senin (26/10/2026).

Astrid, yang juga Ketua Pemuda Lansia Kota Surakarta, mengatakan bahwa mewujudkan kota ramah lansia membutuhkan komitmen dan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu penyemangat bagi Pemkot Surakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan lansia.

“Berdasarkan data terakhir yang kami sampaikan, angka harapan hidup di Kota Surakarta mencapai sekitar 77 tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan lansia, mulai dari kesehatan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan,” ungkapnya.

Menurut Astrid, Pemkot Surakarta telah memberikan berbagai dukungan, termasuk kemudahan akses transportasi dan pelayanan kesehatan. Ke depan, upaya tersebut akan diperkuat melalui peningkatan aksesibilitas fasilitas publik dan perluasan kesempatan bagi lansia untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Peserta Wisuda Lansia bersama Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani. Wisuda diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Surakarta. (Foto: Ciptati Handayani)

Pemkot Surakarta juga berencana mengembangkan pendampingan dan pelatihan keterampilan melalui komunitas maupun kelompok lansia di berbagai wilayah. Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi lansia untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan menjalani masa lanjut usia secara aktif serta bermakna.

Selain itu, forum komunikasi lansia akan diperkuat sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan, dan mendorong keterlibatan lansia dalam pembangunan kota.

Astrid menegaskan, kota ramah lansia tidak hanya diukur dari ketersediaan fasilitas, tetapi juga dari kemudahan memperoleh pelayanan, terpenuhinya kebutuhan kesehatan, serta terbukanya kesempatan bagi lansia untuk tetap berdaya.

“Harapannya, para lansia dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik, tetap aktif di lingkungan sosial, dan mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, Surakarta bisa menjadi kota yang semakin nyaman dan inklusif bagi seluruh kelompok usia,” pungkasnya.

Berita terkait

Surabaya Tambah Kapasitas Feeder WiraWiri, 18 Mikrobus Layani Rute Lakarsantri

Surabaya Tambah Kapasitas Feeder WiraWiri, 18 Mikrobus Layani Rute Lakarsantri

Surabaya – Spektroom: Penumpang feeder WiraWiri Suroboyo di rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–Lakarsantri akan dilayani kendaraan berkapasitas lebih besar mulai Senin (26/10/2026). Pemerintah Kota Surabaya mengganti armada Gran Max dengan mikrobus untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang yang terus meningkat. Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya,

Bian Pamungkas
Dishub Bukittinggi Berlakukan Jalur Dua Arah di Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Pemuda

Dishub Bukittinggi Berlakukan Jalur Dua Arah di Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Pemuda

Bukittinggi-Spektroom : Pemerintah Kota Bukittinggi tengah melaksanakan pengerjaan pemasangan conblok di kawasan Jam Gadang hingga depan DPRD. Menanggapi hal itu, Dishub Bukittinggi menyiapkan rakayasa lalu lintas, dengan memberlakukan jalur dua arah untuk ruas jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda. Kepala Dinas Perhubungan Bukittinggi, Elza Aulia, menjelaskan, penerapan sistem jalur dua

Wiza Andrita, Rafles