Menyusuri Praha dan Cesky Krumlov Jejak Abad Pertengahan di Jantung Ceko
Oleh: Syafaruddin Daeng Usman
Praha- Spektroom : Malam telah larut ketika kereta dari Dresden memasuki Praha Hlavní Nádraží, stasiun utama ibu kota Republik Ceko. Jarum jam menunjukkan pukul 21.30 waktu setempat. Udara dingin dengan suhu mendekati nol derajat Celsius langsung menyergap begitu keluar dari stasiun.
Hanya sekitar 10 menit berjalan kaki menuju hotel tempat menginap, namun suasana malam Praha yang sepi dan jalan-jalan berbatu yang lengang menghadirkan kesan tersendiri.
Di tengah dinginnya malam, bangunan bercat cokelat kemerahan bertuliskan BoHo tampak hangat dan mengundang. Cahaya temaram dari lobi dan bar yang terlihat melalui jendela besar menciptakan suasana yang mengingatkan pada kisah klasik Eropa.
BoHo Hotel, bagian dari Small Luxury Hotels of the World, menawarkan perpaduan arsitektur klasik dan sentuhan modern minimalis. Lokasinya hanya beberapa menit dari kawasan Kota Tua Praha yang terkenal dengan bangunan bersejarah, gereja, dan jalan-jalan berusia ratusan tahun.
Keesokan paginya, perjalanan berlanjut menuju Český Krumlov, kota kecil berjarak sekitar 180 kilometer di selatan Praha yang berada dekat perbatasan Austria.
Setelah melewati perbukitan, padang rumput, dan aliran sungai yang membelah lanskap pedesaan Bohemia, muncullah panorama kota abad pertengahan yang seolah membeku dalam waktu.
Deretan rumah beratap merah bata, gereja tua, serta kastel megah yang menjulang di atas Sungai Vltava menjadikan Český Krumlov sebagai salah satu kota paling indah di Eropa.
Tak heran UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1992 karena berhasil mempertahankan bentuk aslinya sejak abad ke-14 hingga ke-17.
Memasuki kota ini seperti melangkah ke masa lalu. Lorong-lorong sempit, bangunan bergaya Gotik, Renaisans, dan Barok masih berdiri kokoh.
Kastel Český Krumlov, yang merupakan kastel terbesar kedua di Ceko setelah Kastel Praha, menjadi ikon utama kota.
Di dalam kompleks kastel tersimpan berbagai peninggalan keluarga Rosenberg, Eggenberg, dan Schwarzenberg yang pernah menguasai kawasan tersebut selama berabad-abad.
Bendera keluarga bangsawan, baju zirah, perlengkapan perang hingga perabot rumah tangga kuno menjadi saksi perjalanan sejarah panjang kota ini.
Selain sejarahnya yang kaya, Český Krumlov juga dikenal dengan legenda-legenda yang berkembang di tengah masyarakat.
Salah satu yang paling terkenal adalah kisah The White Lady atau Perchta von Rosenberg yang konon kerap menampakkan diri di koridor kastel menjelang peristiwa penting.
Menjelang senja, pemandangan terbaik dapat dinikmati dari puncak menara kastel setinggi sekitar 86 meter.
Dari balkon melingkar di bawah menara jam, hamparan atap merah kota, aliran Sungai Vltava, dan perbukitan di kejauhan terlihat begitu memukau diterpa cahaya matahari sore.
Bagi banyak pelancong, satu hari di Český Krumlov terasa belum cukup. Kota ini menawarkan lebih dari sekadar bangunan bersejarah.
Suasana malam, jalan-jalan berbatu yang remang, serta cerita-cerita rakyat yang masih hidup menjadikannya destinasi yang meninggalkan kesan mendalam.
Sementara itu, Praha tetap memikat dengan Kota Tua yang dipenuhi bangunan berusia ratusan tahun, Jembatan Charles yang ramai oleh musisi jalanan, serta konser musik klasik yang hampir selalu dapat ditemukan di berbagai sudut kota.
Dua kota ini menghadirkan pengalaman berbeda, namun sama-sama memperlihatkan wajah Eropa yang kaya sejarah, budaya, dan pesona yang tak lekang oleh waktu.