Merah Putih di Negeri Orang: Semarak Tradisi 17-an dari Mexico City hingga Islamabad
Jakarta - Spektroom : Jarak ribuan kilometer dari Tanah Air terbukti gagal melunturkan semangat nasionalisme warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81, simfoni kemeriahan khas "kampung halaman" menggema kuat dari dua belahan dunia yang berbeda: Mexico City dan Islamabad.
Di bawah langit Amerika Utara, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mexico City menyulap areanya menjadi arena perlombaan tradisional yang sarat akan rasa rindu kampung halaman.
Kegiatan diawali Jalan Santai yang dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Meksiko, Toffery. Rute jalan santai menyusuri kawasan Colonia Polanco hingga berakhir di Jardín Escénico Chapultepec.

Udara pagi kota Mexico City menjadi saksi hangatnya silaturahmi diaspora dan #amigosdeIndonesia (sahabat Indonesia), sebelum mereka saling unjuk gigi dalam deretan perlombaan legendaris khas Agustus-an

Kehangatan Rumah di Tanah Pakistan
Pemandangan serupa tapi tak sama juga tersaji di Asia Selatan. KBRI Islamabad menggelar rangkaian acara pendahuluan menjelang Hari Kemerdekaan dengan memadukan olahraga, kuliner nusantara, dan permainan tradisional di kompleks kedutaan.

Geliat acara dimulai dengan senam bersama di Garuda Lawn. Dipandu oleh mahasiswa Indonesia di International Islamic University Islamabad (IIUI), Rama Fauzan, bersama rekannya dari Pakistan, Maryam, ratusan pasang kaki bergerak kompak mengikuti irama.
Acara ini dihadiri langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, bersama istri, Tamara Y. Sukotjo, serta berbagai elemen diaspora: mulai dari diplomat, mahasiswa, pilot, jurnalis, staf organisasi internasional, hingga ibu rumah tangga yang menikah dengan warga setempat.

Tampak pula perwakilan dari Bio Farma, Herwening Wiji Kalpiko, yang sedang berada di Pakistan dalam rangka penjajakan kerja sama produksi vaksin.
"Kehadiran Anda mencerminkan persahabatan yang abadi dan ikatan antar masyarakat yang kuat antara kedua negara bersaudara ini, saat kita bersama-sama merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan motto, 'Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur'," ujar Dubes Chandra W. Sukotjo hangat saat menyapa para tamu.
Sebagai simbol kebersamaan, para peserta mengenakan kemeja merah-putih bermotif Batik Kalimantan. Dubes Chandra secara jenaka menyebut pakaian tersebut sebagai "hadiah dari wajib pajak Indonesia" yang sukses membagi kehangatan dan kebanggaan nasional kepada seluruh hadirin.
Penawar Rindu Lewat Nasi Padang dan Balap Karung
Bukan perayaan 17-an namanya jika tanpa makanan khas dan kompetisi seru. Di Islamabad, bazar makanan Indonesia menjadi primadona dengan menyajikan Nasi Padang, Siomay Ikan, Bakso Kuah, Es Cendol, Rempeyek, Mendoan, hingga Kacang Telur.
"Sungguh menyenangkan menikmati makanan Indonesia yang otentik. Meskipun kami tinggal berjauhan, kesempatan ini menyatukan kami sebagai satu keluarga," tutur Desi Mediawati, seorang WNI asal Faisalabad yang menikah dengan warga Pakistan

Suasana semakin pecah saat anak-anak hingga dewasa melebur dalam permainan tradisional seperti Balap Karung, Tarik Tambang, dan Joget Tomat. Bagi kalangan muda, perayaan ini menjadi pelepas dahaga akan kampung halaman.

"Meskipun kami jauh dari tanah air, perayaan ini membuat kami merasa seperti di rumah," aku Muhsin Nasir, Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia di Pakistan.
Baik di Meksiko maupun Pakistan, akhir dari rangkaian acara ini menyuarakan pesan yang seragam: sejauh apa pun kaki melangkah meninggalkan tanah kelahiran, semarak kemerdekaan, gotong royong, dan jiwa nasionalisme akan selalu hidup di hati para perantau. Merdeka!