Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid

Meski Eskalasi Disrupsi Geopolitik Global Tekan  Perdagangan Internasional, Performa Lampung tetap  Solid
Rakor TPID ) Foto Repro YouTube Kemendagri).

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Liza Derni,  mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, secara Virtual Meeting, dari Ruang Command Center Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, Selasa (5/5/2026).


Rakor TPID di Daerah secara luring dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir berlangsung di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.



Deputi Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono dalam paparannya menyebutkan secara year on year, Inflasi bulan Maret 3,06% penyumbang inflasi masih di kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

audio-thumbnail
Voice Ateng HArtono BPS
0:00
/192.13275

Demikian juga untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya  11,43%,  kondisi inflasi tahunan 2,42% Ini sudah tidak dipengaruhi lagi dengan adanya low base impact,  akibat kebijakan kenaikan listrik dari bulan Januari sampai dengan Maret.


"Jadi bulan April sudah relatif normal Kemudian kalau kita cermati Untuk deflasi pada kelompok makanan dan tembakau , dari ayam ras deflasinya lumayan dalam, 6,20%, cabai rawit 14,98%. Demikian juga telur ayam ras  deflasi 4,29% dan cabai merah deflasi 2,59%." rinciannya.


Sedangkan untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya Yang mengalami deflasi, naik 0,99% atau andilnya 0,07%, ini terutama disebabkan oleh emas perhiasan yang mengalami deflasi 3,76%.


Sejalan dengan penurunan harga emas dunia, mendorong adanya inflasi secara month to month kelompok  transportasi yang mengalami deflasi 0,99% dengan andil deflasi 0,12%.


"Kenaikan harga aftur berpengaruh terhadap perkembangan kelompok transportasi, pada tarif angkutan udara secara month to month, ini mengalami deflasi relatif tinggi Yaitu 15,25% demikian juga untuk BBM non-subsidi, ini berdampak keinflasi." tandasnya lagi.


Walaupun tidak begitu tinggi, lanjut Ateng, karena BBM subsidi ini juga kontribusinya terhadap total BBM  andilnya itu relatif rendah yaitu 0,34%.


"BBM mengalami inflasi pada bulan April walaupun demikian, angkutan antar kota Yang pada bulan Maret mengalami inflasi 12,46% saat ini menuju titik balik yaitu mengalami deflasi 10,01%" tutup dia.



Terpisah berdasarkan rilis dari BPS Lampung, Nilai ekspor Provinsi Lampung pada bulan Maret 2026 tercatat sebesar 388,42 juta USD. 

Sumber Capture YouTube BPS Lampung

Nilai ekspor ini menunjukkan penurunan 32,81% secara year-on-year, yakni bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Maret tahun 2025 yang mencapai 578,05 juta USD.


Dijelaskan Sastitasi Muda BPS Lampung M. Abiel A.P, Secara kumulatif, selama periode Januari hingga Maret atau Triwulan 1 2026, nilai ekspor Provinsi Lampung telah mencapai 1.380,87 juta USD atau berarti juga mengalami penurunan 12,24% dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama di tahun 2025 yang mampu mencapai US$1.573,52 juta. 



"Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, mayoritas kegiatan ekspor yakni sebesar 83,38% atau setara dengan 1.151,43 juta USD direalisasikan melalui pelabuhan-pelabuhan yang berada di dalam wilayah Provinsi Lampung" terang dia.



Menurutnya, selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat bahwa tiga negara utama yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung, yaitu yang pertama Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 209,37 juta USD. Nilai ini berkontribusi sekitar 15,16% terhadap total ekspor.

Kemudian yang kedua, Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar 194,72 juta USD atau sekitar 14,10%. Kemudian diikuti dengan Pakistan dengan nilai ekspor sebesar 154,65 juta USD atau sekitar 11,20%.

Pada Maret 2026, nilai impor Provinsi Lampung tercatat sebesar 125,21 juta USD. Jika dibandingkan dengan posisi Maret 2025 yang mencapai 165,95 juta USD, angka ini menunjukkan penurunan secara year-on-year sebesar 24,55%.

"Di tengah eskalasi disrupsi geopolitik global selama Maret 2026 yang menekan aktivitas perdagangan internasional, Provinsi Lampung tetap menunjukkan performa yang solid" ungkap Abiel.


Meskipun nilai ekspor dan impor cenderung mengalami penurunan, terus M. Abiel, neraca perdagangan kita tetap berhasil mempertahankan tren surplus sebesar 263,20 juta USD selama bulan Maret 2026.


"Pada bulan April 2026, Provinsi Lampung tercatat mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,55%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan April tahun lalu yang mengalami inflasi sebesar 1,19%." pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Di Balik Persetujuan LKPJ APBD 2025, PAN–PKB Beberkan Lima Catatan Keras untuk Pemkot Sawahlunto

Di Balik Persetujuan LKPJ APBD 2025, PAN–PKB Beberkan Lima Catatan Keras untuk Pemkot Sawahlunto

Sawahlunto–Spektroom : Fraksi PAN–PKB DPRD Kota Sawahlunto menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah. Meski demikian, fraksi tersebut memberikan sejumlah catatan kritis yang diminta menjadi perhatian Pemerintah Kota Sawahlunto dalam pelaksanaan APBD tahun berikutnya.

Riswan Idris, Rafles