Trending

Meski Harganya Sedikit Fluktuatif, Sembako di Ponorogo Relatif Aman

Meski Harganya Sedikit Fluktuatif,   Sembako di Ponorogo Relatif Aman
Sidak Sembako oleh TPID Ponorogo

Spektroom - Sejumlah bahan kebutuhan pokok di kabupaten Ponorogo dalam kondisi aman dengan harga wajar. Hal itu diketahui setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi antara lain di Pasar Legi, swalayan Bintang dan penggilingan padi Jum'at (1/8/2025).

Di Pasar Legi Ponorogo, TPID mengecek ketersediaan bahan pokok seperti sayuran, daging sapi, dan beras.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Ponorogo, Harjono mengatakan, selain itu pihaknya juga memantau ketersediaan bawang merah dan cabai. Hasilnya, harga cabai rawit turun sedangkan harga bawang merah naik.

"Sudah hukum alam ya, kalau banyak permintaan tapi produksi rendah, pasti naik Kan tidak semua daerah mempunyai sentra bawang merah", katanya.

Dijelaskan, Pemkab Ponorogo telah melakukan langkah untuk mengendalikan inflasi antara lain menjalin kerjasama dengan daerah penghasil sembako seperti Brebes dan Nganjuk yang merupakan sentra bawang merah dan cabai.

Melalui langkah itu diharapkan komoditas tersebut bisa lebih murah ketika dijual di Ponorogo sehingga masyarakat bisa menjangkau dan tidak terjadi gejolak di pasaran. Terkait beras, Harjono memastikan jika beras yang dijual di Ponorogo masih kategori aman, baik dari takaran maupun kualitasnya. (Har)

Berita terkait

Menteri Dody Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai Angke Kurangi Risiko Banjir

Menteri Dody Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai Angke Kurangi Risiko Banjir

Tangerang – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan Kali Angke melalui penanganan menyeluruh pada kondisi sungai dan infrastruktur pengendali banjir dalam menghadapi musim hujan. Menteri PU Dody Hanggodo bersama Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kondisi Kali Angke dengan menyusuri sungai menggunakan

Nurana Diah Dhayanti