Meski Pertamax Naik Harga, BBM & LPG Bersubsidi Tidak Mengalami Penyesuaian

Meski Pertamax Naik Harga, BBM & LPG  Bersubsidi Tidak Mengalami Penyesuaian
Bahlil Lahadalia - Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. (Foto Capture YouTube HIPMI TV).

Bandarlampung - Spektroom: Untuk memperebutkan posisi Ketua Umum DPP HIPMI butuh perjuangan atau kompetisi, karena untuk menjadi Ketua Umum HIPMI harus mempunyai leadership dan nyali di atas rata-rata. Dan itu harus diuji lewat mekanisme yang ada di internal HIPMI, silahkan berkompetisi, bersanding untuk bertanding dan setelah usai kompetisi para kandidat harus saling menghormati dan melanjutkan kerjasama di HIPMI.

audio-thumbnail
Bahlil HIPMI
0:00
/183.74

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum BPP HIPMI 2016 - 2019, pada Munas 18 HIPMI yang dibuka Presiden Prabowo Subianto, di Bandar Lampung, disiarkan langsung di kanal YouTube HIPMI TV, Rabu (10/6/2026)

Bahlil Lahadalia yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan gas alam cair atau liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (Kg) tidak mengalami penyesuaian, kecuali harga bensin RON 92 nonsubsidi atau Pertamax mengalami kenaikan harga sekitar 32,1% dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter per hari ini.

“Saya pikir itu, untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden,” kata Bahlil.

Bahlil melanjutkan, sesuai arahan presiden, bagaimana membuat arah kebijakan pengelolaan ekonomi negara yang berbasis sumber daya alam harus berorientasi pada kepentingan negara, kepentingan rakyat yang merujuk pada nafas pasal 33 undang-undang Dasar 1945.

"Bapak presiden ini sejalan dengan roh perjuangan HIPMI, makanya ketika Pak Presiden memerintahkan kepada kami, kami tidak pernah ragu, karena bagi kami, mati membela merah putih dan undang-undang Dasar 45 itu jauh lebih berharga dan bermartabat daripada kita melenceng dari apa yang telah ditetapkan oleh para pendahulu kita" tandas Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia juga mengingatkan kepada Ketua Umum DPP HIPMI yang terpilih nanti, agar tetap menjaga pengusaha kalangan atas namun tidak mengesampingkan pengusaha menengah dan bawah.

"Ini tetap kita jaga, mereka tetapi juga harus menggandeng yang menengah dan yang kecil, kalau HIPMI hanya mengurusi yang kecil kapan besarnya, maka ini adalah arah kebijakan negara untuk mendongkrak yang kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar dan yang besar kita saling memperkuat di sinilah esensi kolaborasi." ujarnnya lagi.

Selain menyinggung kebijakan energi, Bahlil juga mengajak seluruh kader HIPMI untuk belajar dari perjalanan hidup Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya penuh perjuangan dan ketekunan.

"Kita harus belajar dari Pak Presiden. Saat beliau menjadi prajurit TNI perjuangannya luar biasa, kemudian menjadi pengusaha, masuk ke dunia politik, dan berkali-kali maju dalam Pilpres hingga akhirnya dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Bahlil juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya memiliki manfaat besar dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ekonomi Indonesia.

Namun, Bahlil berkelakar terkait yel-yel yang kerap diteriakkan peserta HIPMI saat menyambut dirinya. MBG ini sangat mulia dan bagus, asal jangan dipelesetkan menjadi Mas Bahlil Ganteng," ucapnya yang disambut tawa peserta Munas.(@Ng).

Berita terkait