Trending

Minggu Terakhir Bulan Ramadhan, Terjadi Peningkatan Pengunjung Pasar Tradisional Di solo

Minggu Terakhir Bulan Ramadhan, Terjadi Peningkatan Pengunjung Pasar Tradisional Di solo
Terjadi Antrian Di Kios Snack Di Pasar Jongke Solo ( Senin, 16/03/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Minggu terakhir menjelang Perayaan Hari Raya Lebaran masyarakat mulai menyiapkan berbagai makanan maupun jajanan.

Persiapan yang dilakukan masyarakat tersebut, mendukung terjadinya geliat beberapa pasar tradisional di kota Solo dengan sudah terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

Dari pantuan spektroom ( Senin, 16/03/2026 ) di Pasar Jongke Solo yang berlantai 3 tersebut hampir dipenuhi pembeli, bahkan lantai 2 tempat pedagang sembako yang biasanya sepi telah beubah menjadi ramai. Begitu juga area parkir di halaman dan lantai 3 juga dipenuhi kendaraan roda 2 dan 4.

Diantara ratusan kios, kios snack yang berada dilantai satu yang menjual berbagai jajanan seperti kripik paru, usus, ceker, rempeyek hingga berbagai jajanan kering terjadi antrian pembeli sejak dibuka pukul 7 pagi.

Menurut Ny Kasih lonjakan pembeli hingga dua kali lipat dibanding hari biasa sudah terjadi sejak beberapa hari lalu yang rata rata pembeli ibu rumah tangga untuk persiapan lebaran bukan pedagang yang akan djual kembali.

Dengan terjadinya peningkatan pembeli, harga jajanan yang dijual juga dinaikan berkisa seribu hingga dua ribu rupiah setiap seperempat kilo dengan alasan dari pemasok harga sudah berubah.

Sedang jajanan yang banyak dicari usus, rambak kulit, paru, dan beberapa jajanan dan kue kering sedang snack khas solo seperti ampyang, brem dan ceker biasanya akan dibeli setelah lebaran untuk oleh oleh.

" ya biasa yang dicari rambak kulit, paru, ini sudah mulai ramai prepegan hari jumat kemarin peningkatan bisa dua kali lipat dari hari biasa " Ungkap Kasih.

Sementara dari Pantuan spektroom peningkatan penjualan juga terjadi untuk jenis makanan buka puasa seperti cendol, janggelan atau cincau, kolang kaling hingga pisang kepok dan labu kuning.Bahkan muncul pedagang dadakan yang menawarkan jenis makanan yang biasanya dibuat kolak atau pun es buah.

Salah seorang penjual Narti mengaku sudah mulai menawarkan jajanan pembuka itu sejak sehari sebelum puasa hingga sehari sebelum lebaran.

Di tuturkan permintaan jajanan yang melonjak tajam hingga 5 kali lipat dari biasanya itu terjadi setahun sekali, sehingga harga pun dinaikkan rata rata 3 ribu hingga 5 ribu setiap kilo nya.

" Kita naikkan bu, ya kesempatan.lakunya setahun sekali kok " Kata Narti beralasan.

Fenomena terjadinya peningkatan penjualan padsa jenis dagangan tersebut sudah menjadi kebiasaan setiap lebaran sehingga para pedagang sudah menyiapkan dengan penambahan stok pada beberapa jajanan yang diburu masyarakat lokal maupun pemudik. ( Murni P )

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru