Misteri Manisnya Buah Langsat Punggur, Butuh Penanganan Khusus

Misteri Manisnya Buah Langsat Punggur, Butuh Penanganan Khusus
Buah Langsat Punggur kubu raya dilapak penjual kota Pontianak. (Foto: Apolo/Spektroom)

Spektroom - Musim kemarau tak hanya membawa terik panas, tetapi juga kecemasan bagi para petani buah di Desa Kalimas Hulu dan Desa Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Di tengah cuaca yang kian kering, para petani langsat (duku) dan durian harus berjibaku menjaga kelembapan tanah demi mempertahankan kualitas buah yang menjadi andalan daerah tersebut.

Jaini Rahman, salah seorang petani langsat dan durian di Desa Kalimas Hulu, menuturkan bahwa menjaga kelembapan tanah menjadi kunci utama agar buah langsat tetap manis dan tidak mudah gugur.

Setiap hari, ia bersama petani lainnya mengaliri kebun dengan air sungai yang disedot menggunakan mesin dompeng atau pompa air berkapasitas besar.

“Untuk menjaga tetap lembap, setiap hari kami mengaliri kawasan perkebunan langsat dan durian dengan air yang disedot menggunakan mesin dompeng, lalu dialirkan ke bawah semua pohon,” ujar Jaini saat ditemui di kediamannya, Minggu (18/01/2026).

Aktivitas pengairan tersebut umumnya dilakukan pada sore hingga malam hari, menyesuaikan dengan kondisi pasang air sungai yang terjadi di musim kemarau.

Untuk kebun seluas sekitar 20 hektare, Jaini membutuhkan waktu sedikitnya enam jam agar air dapat mengalir merata.

Menurutnya, jika tanah dibiarkan kering, dampaknya sangat besar. Selain rasa langsat berubah menjadi asam, buah juga rawan rontok sebelum matang.

“Kalau kebun kering, kerugian bisa cukup besar karena kualitas buah menurun,” katanya.

Kondisi serupa juga dirasakan Suherman, petani langsat di kawasan Punggur. Ia menyebutkan bahwa hampir semua petani di wilayah tersebut melakukan pengairan manual dengan menyedot air dari sungai atau parit terdekat.

“Langsat ini tidak bisa diperlakukan seperti tanaman lain. Kelembapan tanah harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Kubu Raya, sentra utama produksi langsat berada di Desa Punggur Kecil dan Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap.

Dari sekitar 126 pohon atau satu hektare lahan, petani dapat memanen 10–12 ton buah. Bahkan saat panen raya, produksi bisa mencapai puluhan ton per hari.

Musim panen langsat biasanya berlangsung dari pertengahan Desember hingga Maret, dengan puncak panen pada Februari.

Hasil panen dipasarkan ke Pontianak, Kubu Raya, Kapuas Hulu, hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jakarta, bahkan diekspor ke Sarawak, Malaysia.

Memasuki Januari 2026, langsat Punggur mulai membanjiri pasar dan lapak penjualan.

Harga di Kota Pontianak masih relatif tinggi, sekitar Rp10.000 per kilogram. Namun saat panen raya, harga bisa anjlok hingga Rp3.000 per kilogram.

Meski demikian, bagi petani, menjaga kualitas tetap menjadi prioritas agar langsat Punggur tetap dikenal dengan rasa manis khasnya.

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno