Mitigasi Risiko : Masih Terdapat Tanah Bergerak di Lokasi Huntara Tegal

Mitigasi Risiko : Masih Terdapat Tanah Bergerak di Lokasi Huntara Tegal
Pembangunan Huntara di Tegal terkendala masih adanya tanah bergerak (birkom PU)

Tegal – Spektroom :  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo  memastikan masih terdapat beberapa area di lokasi Huntara  di Tegal yang kondisi tanahnya belum sepenuhnya stabil. Pergerakan tanah kembali terjadi di bagian ujung kawasan, sehingga menyebabkan beberapa bangunan mengalami retakan dan memerlukan perbaikan.

Hal tersebut dilakukan Menteri Dody saat memantau perbaikan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, . Perbaikan dilaksanakan menyusul ditemukannya sejumlah titik tanah yang masih mengalami pergerakan.

Menteri PU saat melihat kondisi langsung pembangunan Huntara Tegal (birkom PU)

"Tadi lihat Huntara di Tegal, masih ada masalah. Di bagian ujung, tanahnya goyang lagi. Jadi masih ada beberapa tempat yang tanahnya belum stabil. Sehingga bangunannya agak retak," kata Menteri Dody Minggu malam (7/6/2026)

Meski demikian, Kementerian PU menargetkan enam unit Huntara yang sebelumnya terdampak dapat kembali dihuni dalam dua hari ke depan setelah proses perbaikan selesai dilakukan.

Kementerian PU menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada keselamatan jangka panjang masyarakat. Oleh karena itu, setiap lokasi hunian akan melalui kajian teknis kebencanaan guna meminimalkan risiko di masa mendatang.

Sebagian Huntara sudah diisi warga terkena bencana tanah bergerak (birkom PU)

Saat ini, Huntara yang dibangun Kementerian PU telah menampung sekitar 456 kepala keluarga, yang tersebar dalam 38 blok dengan masing-masing 12 unit hunian. Setiap unit dirancang memenuhi standar hunian layak dengan dukungan fasilitas dasar dan sarana pendukung kehidupan masyarakat.

Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang kenyamanan warga, mulai dari sambungan listrik, pasokan air bersih, masjid, balai warga, pos kesehatan, hingga lapangan mini soccer sebagai ruang interaksi dan aktivitas sosial masyarakat.

Berita terkait