Morofest 2026 Digelar, Kakankemenag Morotai Pimpin Doa Harapkan Budaya dan Pariwisata Makin Berkembang
Morotai–Spektroom : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, hadir dan memimpin doa pada pembukaan Morotai Festival 2026 di Kawasan Pasar CBD Gotalamo, Senin (26/10/2026).
Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar festival berjalan lancar, mempererat persatuan masyarakat, dan membawa manfaat bagi kemajuan daerah. Dalam doa itu juga H. Abdurachman memohon agar Morotai Festival menjadi wadah pemersatu masyarakat, membangkitkan kebudayaan daerah, memperkuat potensi pariwisata, serta menggerakkan perekonomian masyarakat. Ia juga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian festival berlangsung aman dan penuh keberkahan, termasuk memohon turunnya hujan yang membawa kesejukan dan kesuburan bagi Morotai yang tengah menghadapi musim kemarau panjang.
“Semoga acara ini menjadi wadah pemersatu, pemantik kebangkitan kebudayaan, kebanggaan pariwisata, serta penggerak roda ekonomi bagi daerah kami yang kami cintai ini,” demikian doa Abdurachman.
Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, pada Pembukaan Morotai Festival mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan turut memeriahkan festival. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada pengunjung.
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Morotai Festival yang tergabung dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
Keikutsertaan dalam program tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong promosi destinasi serta memperluas pengenalan potensi pariwisata Morotai.
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa kekayaan alam, budaya, dan adat istiadat yang dimiliki Pulau Morotai merupakan potensi besar yang perlu terus dikembangkan untuk memajukan sektor pariwisata.
Melalui Morotai Festival, potensi tersebut diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menarik minat wisatawan, sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sarbin Sehe kemudian membuka secara resmi Morotai Festival 2026.
Festival yang berlangsung tanggal 26–29 Oktober 2026 itu dimeriahkan dengan pertunjukan tarian, Morotai Expo Ekonomi Kreatif, serta berbagai mata lomba lainnya sebagai upaya memperkenalkan keberagaman seni dan budaya sekaligus memperkuat daya tarik festival bagi masyarakat dan pengunjung.
Melalui Morotai Festival, kekayaan alam dan budaya diharapkan semakin dikenal luas, kunjungan wisata semakin meningkat, serta peluang ekonomi masyarakat semakin terbuka. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar festival tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Pulau Morotai.