Motor Listrik Nasional: Dorong Transisi Energi, Jangan Tambah Beban Kemacetan Kota

Motor Listrik Nasional: Dorong Transisi Energi, Jangan Tambah Beban Kemacetan Kota
Ilustrasi skema Fungsi Utama program Motor Listrik Nasional (Molinas). (Sumber: Analisis Tehnis Kemacetan Lalulintas)

Surakarta–Spektroom : Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong kemandirian industri otomotif dan mempercepat transisi energi di Indonesia. Namun, pengembangan kendaraan roda dua berbasis listrik perlu dibarengi kebijakan transportasi yang tepat agar tidak menambah kepadatan lalu lintas di perkotaan.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan kehadiran Molinas merupakan peluang untuk memperkuat industri nasional, mulai dari desain, manufaktur hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Program Molinas yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan upaya memperkuat kemandirian teknologi, ketahanan energi dan menyediakan sarana mobilitas yang terjangkau,” kata Djoko Setijowarno, dalam keterangannya kepada Spektroom, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, tantangan utama Molinas adalah menghadapi persaingan produk impor, khususnya dari China yang memiliki skala produksi dan rantai pasok kendaraan listrik yang kuat.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama untuk baterai dan komponen utama, sekaligus membangun jaringan servis serta layanan purna jual yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Pengembangan motor listrik juga harus mempertimbangkan kondisi keselamatan lalu lintas. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 212 ribu sepeda motor terlibat kecelakaan lalu lintas. Sepeda motor juga mendominasi populasi kendaraan dan menyumbang sekitar 70–75 persen kasus kecelakaan.

Ilustrasi tantangan dan strategi program Motor Listrik Nasional. (Sumber: Analisis Tehnis Kemacetan Lalulintas)

Djoko mengingatkan, insentif harga motor listrik jangan sampai hanya mendorong masyarakat membeli kendaraan pribadi tambahan. Jika kepemilikan kendaraan meningkat tanpa mengurangi penggunaan kendaraan lama atau beralih ke transportasi umum, kemacetan perkotaan justru berpotensi semakin parah.

Karena itu, ia mendorong agar distribusi motor listrik nasional tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar Pulau Jawa. Wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, daerah perbatasan serta kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) dan penghasil mineral di luar Jawa dinilai memiliki potensi pasar yang besar.

“Motor listrik nasional jangan hanya dilihat sebagai pengganti motor bensin. Yang lebih penting, jangan sampai elektrifikasi kendaraan justru menambah jumlah kendaraan pribadi di perkotaan. Penguatan dan elektrifikasi transportasi umum tetap menjadi kunci mengatasi kemacetan,” tegas Djoko.

Keberhasilan Molinas, dengan demikian, tidak hanya ditentukan oleh harga kendaraan yang terjangkau, tetapi juga kemampuan pemerintah membangun ekosistem industri, memperluas akses ke wilayah nonperkotaan, meningkatkan keselamatan, serta memastikan transisi energi berjalan seiring dengan pembenahan transportasi publik.

Berita terkait

SISSCa dan Ujian Ekonomi Songket: Ketika Lampu Dimatikan Panggung Dibongkar, Siapa yang Sejahtera?

SISSCa dan Ujian Ekonomi Songket: Ketika Lampu Dimatikan Panggung Dibongkar, Siapa yang Sejahtera?

Oleh : Riswan Idris Sawahlunto-Spektroom : Lampu sorot menyala terang di panggung Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval - SISSCa 2026. Musik menghentak. Model melenggang dalam balutan Songket Silungkang yang telah dijahit menjadi gaun malam, streetwear, hingga busana kontemporer. Di barisan depan, tepuk tangan pejabat dan undangan terdengar meriah. Itulah yang terlihat. Yang

Riswan Idris, Rafles
Peringati HUT ke-451 Kota Ambon, Gubernur Maluku Ajak Warga Wujudkan Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju

Peringati HUT ke-451 Kota Ambon, Gubernur Maluku Ajak Warga Wujudkan Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju

Ambon-Spektroom: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, kedamaian, dan keberlanjutan kota. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026). Mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru