MTQH ke 45 Digelar Akhir Juli, Kemenag Ajak Warga Jadikan Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup
Palangka Raya-Spektroom : "Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat." Penegasan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya saat memastikan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) ke-45 Tingkat Kota Palangka Raya tahun 2026.
Ketua LPTQ Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, menyampaikan harapan kepada seluruh panitia. "Saya berharap panitia bekerja dengan ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab. Suksesnya MTQH ini adalah cermin pembinaan Al-Qur an di kota Palangka Raya, mari kita jadikan ajang ini sebagai syiar dan melahirkan generasi Qurani," ujar Sahdin Hasan, Jumat (10/7/2026).
MTQH ke-45 dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026, Kecamatan Jekan Raya dipercaya sebagai tuan rumah. Kegiatan ini akan mempertemukan para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik dari seluruh kecamatan untuk berkompetisi dalam berbagai cabang yang diperlombakan.
Ketua Panitia MTQH 45 Tingkat Kota Palangka Raya, Jayani, juga menyatakan optimisme kegiatan akan berlangsung sukses. "Kami memohon kerja sama, kekompakan, soliditas, integritas, dan komitmen bersama dari seluruh panitia yang terlibat. Dengan kebersamaan dan saling berkoordinasi ini, saya yakin MTQH 45 akan sukses dan berkesan," kata Jayani
Jayani juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan teknis terus dipersiapkan secara detail. Mulai dari arena perlombaan, akomodasi peserta, hingga kesiapan teknis lainnya terus dicek dan sempurnakan. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan nanti berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.
Penyelenggaraan MTQH tidak hanya diarahkan untuk melahirkan peserta berprestasi yang siap mewakili Kota Palangka Raya ke tingkat berikutnya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan hadis, serta mempererat ukhuwah di tengah keberagaman masyarakat Kota Cantik.
Lebih dari sekadar mencari juara, MTQH diharapkan meninggalkan jejak yang lebih dalam, yakni lahirnya generasi yang tidak hanya fasih melantunkan ayat-ayat suci, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kemeriahan perlombaan akan berakhir, namun kecintaan kepada Al-Qur'an diharapkan terus tumbuh dan hidup di setiap rumah, keluarga, serta hati masyarakat Palangka Raya. (Polin-Eka)