Muh. Anwar Fu'ady Raih Doktor UI, Ungkap Krisis Work-Life Balance yang Menggerus Ketahanan Keluarga Indonesia

Muh. Anwar Fu'ady Raih Doktor UI, Ungkap Krisis Work-Life Balance yang Menggerus Ketahanan Keluarga Indonesia
Muh. Anwar Fu'ady,(jas biru) dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Psikologi Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI),( foto:humans)

Jakarta - Spektroom : Di balik pesatnya transformasi digital yang menjanjikan efisiensi dan produktivitas, tersimpan persoalan yang kian mengemuka: keluarga semakin rentan menghadapi tekanan.

Batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur, waktu berkumpul menyusut, sementara beban psikologis pasangan terus meningkat.

Fenomena tersebut menjadi titik berangkat penelitian Muh. Anwar Fu'ady, dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Psikologi Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Senin (13/7/2026).

Dalam sidang promosi doktor, Anwar mempertahankan disertasi berjudul Resiliensi Keluarga di Era Disrupsi Digital Perspektif Teori Neo Ekologi: Peran Modal Psikologis, Work-Life Balance, dan Pola Komunikasi Keluarga. Disertasi itu dibimbing oleh Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D., Psikolog sebagai promotor dan Dr. Sri Redatin Retno Pudjiati, M.Si., Psikolog sebagai kopromotor.

Alih-alih hanya memotret kondisi keluarga, penelitian tersebut mengungkap persoalan yang lebih mendasar. Ketahanan keluarga bukan semata ditentukan oleh kemampuan individu menghadapi tekanan, tetapi oleh bagaimana pasangan mampu membangun keseimbangan hidup dan menjaga kualitas relasi di tengah tuntutan zaman.

Melalui dua studi yang melibatkan ibu bekerja serta pasangan suami-istri dengan pendekatan dyadic, Anwar menemukan bahwa modal psikologis—yang meliputi optimisme, harapan, efikasi diri, dan resiliensi individu—memang menjadi fondasi penting. Namun, modal tersebut tidak akan menghasilkan keluarga yang tangguh apabila gagal diterjemahkan menjadi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.

Temuan itu sekaligus menjadi kritik terhadap budaya kerja modern yang masih mengukur produktivitas dari panjangnya jam kerja, bukan dari kualitas hidup pekerja. Dalam situasi seperti itu, keluarga kerap menjadi pihak yang harus menanggung konsekuensi.

Penelitian Anwar juga memperlihatkan bahwa keseimbangan hidup tidak berhenti pada individu. Ketika seorang istri mampu menjaga work-life balance, dampaknya ikut dirasakan suami. Sebaliknya, kualitas keseimbangan hidup suami turut memengaruhi kondisi psikologis istri. Hubungan timbal balik tersebut memperkuat ketahanan keluarga secara menyeluruh.

Faktor lain yang tak kalah menentukan adalah komunikasi. Pasangan yang mampu membangun komunikasi terbuka, suportif, dan adaptif lebih siap menghadapi konflik maupun tekanan ekonomi, sosial, dan perubahan gaya hidup akibat digitalisasi.

"Ketahanan keluarga tidak boleh dibebankan hanya kepada istri ataupun hanya kepada suami. Keluarga yang tangguh dibangun melalui kerja sama, dukungan psikologis, negosiasi peran, dan komunikasi yang sehat antar pasangan," ujar Muh. Anwar Fu'ady.

Temuan tersebut dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi perubahan struktur pekerjaan akibat digitalisasi, berkembangnya pola kerja fleksibel, serta meningkatnya tuntutan ekonomi rumah tangga. Di satu sisi teknologi memberi kemudahan, tetapi di sisi lain menghadirkan tekanan baru yang sering kali luput dari perhatian pembuat kebijakan.

Karena itu, Anwar menilai penguatan keluarga tidak cukup dilakukan melalui bantuan ekonomi atau kampanye ketahanan keluarga semata. Kebijakan publik juga perlu memberi ruang bagi terciptanya budaya kerja yang lebih ramah keluarga, memperluas akses layanan kesehatan mental, serta mendorong pendidikan komunikasi dan pengasuhan bagi pasangan muda.

Keberhasilan meraih gelar doktor menjadi tonggak penting bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Anwar tercatat sebagai dosen Fakultas Psikologi UIN Malang pertama yang meraih gelar doktor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia juga menjadi Doktor ke-189 yang diluluskan Program Studi Psikologi Program Doktor Fakultas Psikologi UI.

Lulusan Sarjana Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu selama ini dikenal aktif meneliti isu ketahanan keluarga dan kesehatan mental. Disertasinya memperlihatkan bahwa tantangan terbesar keluarga Indonesia di era digital bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan kemampuan setiap anggota keluarga menjaga keseimbangan hidup, membangun komunikasi, dan saling menopang ketika tekanan datang dari berbagai arah.

Di tengah derasnya arus disrupsi digital, riset Anwar mengingatkan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa sesungguhnya bukan hanya pada teknologi, tetapi pada keluarga yang tetap utuh, sehat secara psikologis, dan mampu bertahan menghadapi perubahan.

Berita terkait

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
Menko Polkam Pimpin Rapat Penanganan Serta Mitagasi Karhutla Secara Virtual, Lima Titik Api Kembali Terpantau di Riau

Menko Polkam Pimpin Rapat Penanganan Serta Mitagasi Karhutla Secara Virtual, Lima Titik Api Kembali Terpantau di Riau

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka pembahasan perkembangan penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara virtual, Selasa (15/9/2026). Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dengan fokus utama membahas upaya penanganan serta mitigasi

Salman Nurmin, Rafles
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Malut Gelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Malut Gelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah

Ternate-Spektroom : Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembentukan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Tahun 2026 di metting room Kie Raha Muara Hotel Ternate, Senin malam (14/9/2026). Kegiatan yang dibuka Kakanwil Kemenhaj Provinsi Maluku Utara H. M. Zaber Wahid itu

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru