Muhammadiyah Kalsel Mengadakan Panen Perdana Ayam Broiler

Muhammadiyah Kalsel  Mengadakan Panen Perdana Ayam Broiler
Ketua Muhammadiyah Kalimantan Selatan Prof.Ridhahani Fidzi dan Pengurus lainnya sedang melakukan penimbangan ayam

Spektroom - Bertempat didesa Abirau Kabupaten Banjar Kalimantan selatan telah diadakan panen perdana peternakan ayam broiler oleh Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) Kalimantan selatan.

Panen perdana ini menghasilkan 9000 ekor ayam dengan berat 2.5 kilogram/ekor.

Kegiatan Jatam Kalsel ini didukung oleh 27 investor yang Sistim bagi hasil setiap panen dari investasi yang mereka tanam.

Secara simbolis, panen perdana dilakukan oleh Ketua Muhammadiyah Kalimantan Selatan Prof.Dr.Ridhahani Fidzi yang bersyukur atas panen perdana tersebut dan akan menegembangkan lagi peternakan ayam.

“Saya sangat bersyukur setelah sekitar satu setengah bulan sudah panen dan akan terus kita kembangkan peternakan ayam broiler ini” katanya.

Salah satu investor Syahrituah Siregar mengatakan, dia tidak ragu-ragu menanam investasi karena yang menangani  diyakini amanah.

”Saya tidak ragu-ragu menanam investasi disini, karena SDMnya amanah” ujarnya.

Mengenai investor yang saat ini telah berinvestasi, Ketua Majelis pemberdayaan masyarakat Pimpinan wilayah Muhammadiyah Kalimantan selatan Natsir Barjad mengharapkan peningkatan jumlah investor dan juga nominal investasi, dikatakan.

“Saya harap yang menanam modal Dua juta rupiah misalnya jadi 5 uta rupiah, yang lima juta rupiah jadi 10 juta rupiah dan seterusnya (Editor : Agung Yunianto)

Berita terkait

Sudah Tepat, Indonesia Negara Pelopor Blokir Grok, Pastikan Platform Aman di Ruang Digital

Sudah Tepat, Indonesia Negara Pelopor Blokir Grok, Pastikan Platform Aman di Ruang Digital

Spektroom - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang proaktif dalam menjaga ruang digital yang aman dan beretika. Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang melakukan pemutusan akses sementara terhadap Grok, aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI). Kebijakan itu diambil menyusul temuan penyalahgunaan teknologi tersebut untuk memproduksi dan

Diah Utami, Rafles