Musim Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Banyumas Salurkan Air Bersih ke 16 Desa

Musim Kemarau Mulai Berdampak, BPBD Banyumas Salurkan Air Bersih ke 16 Desa
Petugas BPBD Banyumas menyalurkan bantuan air bersih dari rumah kerumah didaerah terdampak. (Foto : BPBD kab.Bms).

Purwokerto-Spektroom : Musim kemarau yang berlangsung sekitar satu setengah bulan tanpa hujan mulai berdampak di Kabupaten Banyumas. Sejumlah sumur warga di wilayah selatan Banyumas mengalami penyusutan debit air, bahkan beberapa di antaranya telah mengering.

Pemerintah Kabupaten Banyumas pun meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Junaedi mengatakan, kondisi kemarau saat ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan mitigasi.

Menurutnya, dampak yang perlu diwaspadai antara lain menurunnya debit mata air, berkurangnya pasokan air sumur, turunnya debit air PDAM, hingga ancaman kekeringan pada lahan pertanian.

"Ketahanan pangan menjadi perhatian utama. Kami mengimbau petani menanam komoditas yang lebih hemat air serta mengoptimalkan penggunaan air, terutama di lahan yang memiliki jaringan irigasi," ujarnya.

Junaedi juga mengajak masyarakat menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air agar kebutuhan selama musim kemarau tetap tercukupi. Ia menegaskan Pemkab Banyumas telah menyiapkan langkah penanganan melalui BPBD dan PDAM untuk menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Banyumas Andi Risdianto mengatakan wilayah selatan Banyumas memang menjadi kawasan paling rawan mengalami kekeringan setiap musim kemarau karena kondisi geografis dan geologinya.

"Secara umum daerah rawan berada di wilayah selatan Banyumas. Wilayah utara relatif lebih aman karena masih didukung vegetasi di kawasan lereng Gunung Slamet," katanya.

Seorang nenek setiap tiga hari sekali menanti bantuan air bersih ( Foto : BPBD Banyumas ).

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Banyumas Abdul Lajis menambahkan, hingga Senin (20/7/2026), BPBD mencatat 16 desa telah mengajukan bantuan air bersih. Sebanyak 15 desa telah lebih dulu menerima bantuan, dan hari ini bertambah satu desa, yakni Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

"BPBD telah menyalurkan 52 ritase air bersih atau sekitar 258.000 liter kepada 4.055 kepala keluarga (KK) dengan total 13.212 jiwa. Penyaluran dilakukan setiap tiga hari sekali dengan jumlah tangki yang disesuaikan kebutuhan masing-masing desa." Tambah Abdul Lajis.

Untuk penanganan kekeringan tahun ini, BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp179 juta. Distribusi air didukung tiga truk tangki milik BPBD Banyumas dan satu truk tangki bantuan BPBD Provinsi Jawa Tengah.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena penurunan debit air membuat kualitas air semakin rentan tercemar. Warga juga diminta menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding penggunaan yang tidak mendesak.

"Harapan kami, masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, menghemat air, dan menjaga sumber-sumber air yang ada. Dengan demikian, dampak musim kemarau dapat diminimalkan," kata Andi.

Berita terkait

Pemko Batam Alihkan Fokus Pembangunan ke Pemberdayaan Masyarakat dan SDM

Pemko Batam Alihkan Fokus Pembangunan ke Pemberdayaan Masyarakat dan SDM

Batam - Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan komitmennya untuk mengarahkan fokus pembangunan pada peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, tidak lagi semata-mata bertumpu pada infrastruktur. Langkah ini diambil guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,

Desmawati, Heriyoko
Disertasi Nurhasanah: Inovasi Bahan Ajar Tarikh ISMUBA Raih Gelar Doktor di UIJ

Disertasi Nurhasanah: Inovasi Bahan Ajar Tarikh ISMUBA Raih Gelar Doktor di UIJ

Jakarta - Spektroom : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Jakarta (UIJ) kembali melahirkan lulusan terbaiknya. Promovenda Nurhasanah, dengan NPM 5321011, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Tarikh Dalam ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab) Di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta" dalam sidang promosi doktor

Asmari, Heriyoko