Nataru 2025 dalam Ancaman Hujan Ekstrem: BPBD Kalbar Siapkan Personel dan Logistik

Nataru 2025 dalam Ancaman Hujan Ekstrem: BPBD Kalbar Siapkan Personel dan Logistik
Menindaklanjuti arahan Mendagri , Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat telah mengambil sejumlah langkah antisipasi. Foto : Humas BPBD Kalbar.

Spektroom - Pemerintah daerah di seluruh Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Imbauan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Nasional yang menyoroti potensi meningkatnya aktivitas masyarakat serta ancaman cuaca ekstrem pada akhir tahun.

Dalam rakor tersebut, Mendagri menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dan mobilitas masyarakat pada sejumlah sektor. Mulai dari ketersediaan pangan, hotel, restoran, tempat wisata, hingga transportasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada potensi bencana hidrometeorologi yang biasanya meningkat pada periode akhir tahun.

Cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi, angin kencang, puting beliung, banjir, tanah longsor, hingga gelombang pasang menjadi ancaman yang perlu diantisipasi dengan serius. Kondisi ini dinilai dapat berdampak langsung pada aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan liburan maupun perayaan keagamaan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat telah mengambil sejumlah langkah antisipasi. Humas BPBD Kalbar, Daniel, ditemui di kantor setempat Rabu (03/12/2025) menyampaikan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi prioritas utama.

"Personel BPBD telah dipersiapkan untuk siaga penuh, terutama pada titik-titik yang berpotensi mengalami bencana seperti daerah rawan banjir, tebing rawan longsor, hingga wilayah pesisir yang rentan terhadap gelombang tinggi," katanya.

Selain personel, BPBD Kalbar juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana.

Peralatan evakuasi, perahu karet, alat penerangan, hingga mobilisasi logistik bantuan sudah dipersiapkan dan dapat digeser sewaktu-waktu ke lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan agar respons terhadap bencana bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif ketika situasi darurat terjadi.

Daniel menegaskan, kesiapsiagaan ini bukan hanya sebagai bentuk tindak lanjut instruksi pemerintah pusat, tetapi juga bagian dari upaya memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Kalimantan Barat selama masa libur Nataru.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan segera melaporkan jika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan.

Dengan meningkatnya curah hujan di sebagian besar wilayah Kalbar, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di daerah rawan bencana, mewaspadai kenaikan permukaan air sungai, serta memperhatikan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang.

Upaya bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi periode Nataru yang berpotensi disertai cuaca ekstrem ini.

Berita terkait