NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi

NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi
Gubernur NTB Dr.M Iqbal bersukaria bersama Anak Anak penerima manfaat MBG(foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Menjelang dimulainya kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7/2026), Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program guna memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan, kualitas gizi terjaga, serta rantai pasok pangan semakin berpihak kepada petani dan peternak lokal.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur NTB melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Ahad (19/7/2026).

Gubernur menyambut baik langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan penyempurnaan tata kelola sebelum operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali berjalan. Dan SPPG di NTB pasti akan taat azas, sehingga perbaikan tersebut diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaat MBG benar-benar diterima oleh masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Gubernur juga memandang penyempurnaan tata kelola ini sebagai langkah positif. Program sebesar MBG harus dibangun di atas tata kelola yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat, sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Aka.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB telah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat pengawasan melalui perangkat daerah terkait dan satuan tugas (Satgas) yang telah dibentuk. Pengawasan dilakukan mulai dari kualitas bahan pangan, pemenuhan standar gizi, proses distribusi, hingga kepatuhan setiap SPPG terhadap ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Selain memastikan kualitas layanan, pengawasan juga diarahkan untuk membangun rantai pasok pangan yang lebih adil. Pemerintah daerah didorong agar kebutuhan bahan baku MBG semakin banyak melibatkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas.

"Jangan sampai ada praktik yang justru mengurangi manfaat program, termasuk mencari keuntungan yang tidak wajar dari harga bahan pangan. Program ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi penerima manfaat sekaligus membuka ruang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal," tegas Aka.

Ia menambahkan, Gubernur NTB juga menginstruksikan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang tidak menjalankan operasional sesuai ketentuan. Apabila masih ditemukan pelanggaran yang dapat diperbaiki, pembinaan harus menjadi langkah pertama. Namun apabila pelanggaran terus berulang, pemerintah daerah diminta segera melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Aka menambahkan, usulan penyempurnaan tata kelola tersebut merupakan bagian dari masukan yang telah disampaikan Asosiasi SPPG kepada pemerintah pusat dan saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional.

Berita terkait

MPKS PWM Kalimantan Selatan Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran Jakarta

MPKS PWM Kalimantan Selatan Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran Jakarta

Banjarmasin-Spektroom : Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan sosial serta memperkuat pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di lingkungan Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan studi tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026. Delegasi MPKS PWM Kalimantan

Junaidi, Bian Pamungkas
Lokasi Astaka MTQ Riau Teluk Kuantan Sontak Bergemuruh, Jagoan Plt Bupati Kuansing Keok di Tekuk Spanyol

Lokasi Astaka MTQ Riau Teluk Kuantan Sontak Bergemuruh, Jagoan Plt Bupati Kuansing Keok di Tekuk Spanyol

Teluk Kuantan-Spektroom : Kesebelasan jagoan PLT Bupati Kuansing H. Muklisin, harus mengakui kehebatan Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026. Argentina dipaksa menyerah 0-1 setelah gol dramatis Ferran Torres pada babak tambahan waktu (extra time), sekaligus mengantarkan La Roja mengangkat trofi juara dunia di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium)

Salman Nurmin, Bian Pamungkas