Trending

OKE GAS Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting

OKE GAS Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting
Pembukaan OKE GAS di Bintan. (Foto: Diskominfo)

Kepri–Spektroom : Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Dewi Kumalasari Ansar, membuka kegiatan Orientasi Keluarga Gerakan Anti Stunting (OKE GAS) di Desa Mapur Kabupaten Bintan.

Kegiatan OKE GAS berlangsung berlangsung selama 3 hari menjadi salah satu upaya memperkuat peran keluarga dalam pencegahan stunting sekaligus membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas.

Sejumlah aksi dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut, antara lain senam lansia dan pemeriksaan kesehatan, Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), serta kegiatan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).

Selain itu, dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah bagi keluarga berisiko stunting yang menempati rumah tidak layak huni, penguatan tata kelola obat dan alat kontrasepsi, edukasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP), serta penyuluhan pencegahan kekerasan terhadap anak bersama Bhabinkamtibmas.

Seluruh peserta diberikan edukasi pencegahan stunting dari hulu melalui pendewasaan usia perkawinan, sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), dan nonton bareng bersama warga Desa Mapur serta pemberian sembako oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar.

Dewi Ansar mengatakan, pencegahan stunting merupakan bagian penting dari pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keterlibatan keluarga menjadi kunci dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang cukup, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Ia menjelaskan, kegiatan OKE GAS sejalan dengan program PKK, khususnya upaya pencegahan stunting yang menjadi bagian dari Program Kampung Ceria, yakni Cerdas, Ekonomi, Ramah Lingkungan, Inovasi, dan Aman Pangan.

“Kita berharap melalui kegiatan orientasi keluarga Gerakan Anti Stunting ini, keluarga di Kepulauan Riau, khususnya di Desa Mapur, Kabupaten Bintan, semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sehingga dapat mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Dewi Ansar.

Penyerahan sembako oleh Ketua PKK Kepri Dewi Ansar kepada warga. (Foto: Diskominfo)

Dewi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting. Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan, pemenuhan gizi, dan pengasuhan anak perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini.

“Melalui keluarga, mari kita bersama-sama mencegah stunting untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas,” katanya.

OKE GAS yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) BKKBN Provinsi Kepri diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, mendorong perilaku hidup sehat, meningkatkan edukasi gizi dan pengasuhan, serta memberdayakan ekonomi keluarga.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, dan ketahanan keluarga semakin meningkat. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepri, Bupati Bintan, serta Ketua TP PKK Kabupaten Bintan .

Berita terkait

10 RW di Jakarta Selatan Terima Bantuan Rp100 Juta Per-RW Program 'Bebersih Kampung'

10 RW di Jakarta Selatan Terima Bantuan Rp100 Juta Per-RW Program 'Bebersih Kampung'

Jakarta – Spektroom: Sebanyak 10 Rukun Warga (RW) di Jakarta Selatan menerima penghargaan dalam Program Bebersih Kampung 2026, disertai bantuan barang senilai total Rp100 juta untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penghargaan secara simbolis diserahkan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, di kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jagakarsa, Selasa

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz