Ongkos Ojek di Seko Luwu Utara,termahal di Sulawesi Selatan
Spektroom - pertumbuhan ekonomi suatu daerah sangat ditentukan tersedianya akses jalan yang cukup baik. Sayangnya suatu daerah atau wilayah akses jalan terkadang belum begitu mendapat perhatian bagi penentu kebijakan sehingga daerah tersebut terlihat tertinggal dibanding daerah lain meski dalam satu kabupaten.
Salah satu kecamatan di Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Seko di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan Seko yang terketak disekitar 1200 hingga 1800 meter diatas permukaan laut terletak di posisi perbatasan Sulawesi Barat-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah akses jalannya belum tersentuh aspal, dimana kondisi jalannya sangat miris melihatnya bagi mereka yang pernah ke daerah Seko.
Dalam wawancara Spektroom via ponsel bersama Rektor Universitas Andi Jemma Luwu, Dr. Anas Boceng, Selasa (3/2/2026) terungkap kalau hingga kini akses jalan menuju Seko masih sangat jauh tertinggal dibanding desa atau kampung lainnya di Sulawrsi Selatan, sehingga berdampak biaya yang dikeluarkan sangat tinggi.
Sebagai contoh ongkos ojek satu kali jalan dari Masamba, Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara hingga ke Seko yang jaraknya sekitar 120 KM lebih kisaran Rp500 ribu sampai Rp700 ribu rupiah menjadikan sebagai ongkos ojek termahal di Sulawesi Selatan, itupun tergantung cuaca dan kalau musim hujan bisa lebih mahal. karena akses jalan yang penuh lumpur.
Dampak dari mahalnya biaya ojek ini sangat berpengaruh ke harga barang lainnya seperti semen mencapai ratusan ribu per sak, termasuk harga barang lainnya.
Doktor Anas Boceng menambahkan, akibat ketertinggalan dan ketimpangan pembangunan infrastruktur jalan di daerah ini menjadikan Wilayah Luwu Raya menginginkan untuk nemisahkan diri dari daerah induk Sulawesi Selatan dan membentuk daerah otonomi baru.
Sementara itu, terkait kondisi jalan di Seko, Pemprov Sulsel juga menyiapkan paket perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Wilayah ini berada sekitar 550 kilometer dari Kota Makassar dengan kondisi akses yang tergolong ekstrem.
Kadis Bina Marga dan Konstruksi Pemprov Sulsel, Andi Ihsan mengatakan, saat ini perjalanan menuju Seko masih harus melalui jalan berlumpur, berbatu, dan jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya dapat mencapai Dusun Paladoan, sementara perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.
Untuk meningkatkan aksesibilitas, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bersama Pemprov Sulsel bersepakat melakukan pembiayaan bersama. Kemen PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp20 miliar.
“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang,” kata Andi Ihsan. Ia menjelaskan bahwa proses lelang dari anggaran Kemen PU dilakukan terpisah dengan APBD Sulsel dan saat ini paket dari Kemen PU telah memiliki pemenang.