Optimalkan 158 Aset, PELNI Dorong Pendapatan di Luar Tiket

Optimalkan 158 Aset, PELNI Dorong Pendapatan di Luar Tiket
OPTIMALISASI ASET – Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI (Persero), Nuraini Dessy W (tengah), bersama Vice President Usaha Komersial Berryl A. Insanul Firdaus (kanan) dan Manager Pengusahaan Properti Uli Octalinasda Sitinjak (kiri), memaparkan strategi optimalisasi aset di Semarang, Jumat (3/4/2026). FOTO: KARINDRA


Semarang-Spektroom : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memperkuat strategi bisnis dengan mengoptimalkan ratusan aset yang dimiliki. Upaya ini diarahkan untuk mendongkrak pendapatan di luar sektor angkutan penumpang.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT PELNI, Nuraini Dessy W menyebut, sebanyak 158 aset telah dipetakan sejak 2024. Aset tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan potensi operasional maupun komersial.

Ia mengungkapkan, sekitar 14 persen aset masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi ini menjadi peluang bagi perusahaan untuk mendorong kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami membuka peluang kerja sama seluas-luasnya agar aset yang masih idle bisa produktif,” ujarnya, di Semarang, Jumat (3/4/2026)

Desy menjelaskan, ada lima wilayah yang menjadi fokus pengembangan tahun ini, yakni Belawan, Padang, Semarang, Balikpapan, dan Ternate. Di Semarang, salah satu aset tengah disiapkan menjadi ruang usaha baru.

"Untuk di Semarang saat ini sudah berjalan pemanfaatan F&B, dan akan menyusul coffee shop di kawasan Kota Lama," imbuhnya.

Menurutnya, skema kerja sama mencakup sektor minimarket, kuliner, hingga penyewaan ruang kantor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan utilisasi aset yang sebelumnya tidak produktif.

“Meski kontribusinya belum besar, setidaknya aset yang sebelumnya tidak menghasilkan kini sudah mulai memberikan pemasukan,” katanya.

Vice President Usaha Komersial PT PELNI, Berryl A. Insanul Firdaus menambahkan, pengembangan juga menyasar aset kapal. Badan kapal mulai dimanfaatkan sebagai media promosi dan branding.

Ia menilai, langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan. Namun saat ini, kontribusi pendapatan komersial masih di bawah 10 persen dibandingkan bisnis utama.

“Pendapatan komersial dari aset masih kecil porsinya dibandingkan perkapalan,” jelasnya.

Berryl menuturkan, PELNI turut melibatkan pelaku UMKM untuk mengisi ruang usaha. Strategi ini diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus meningkatkan nilai guna aset.

Ia menegaskan, peluang kerja sama juga terbuka bagi brand besar dengan seleksi ketat. Kesesuaian antara mitra dan karakter lokasi menjadi pertimbangan utama.

“Kerja sama ini seperti mencari kecocokan, harus pas antara mitra dan asetnya,” tandasnya. (kar)

Berita terkait

Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Dua Dosen Unsoed Borong Penghargaan Bergengsi di Indolivestock Innovation Awards 2026

Purwokerti-Spektroom : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua dosen Fakultas Pertanian Unsoed berhasil meraih penghargaan pada ajang Indolivestock Innovation Awards 2026 yang digelar dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum 2026 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (17/6/2026). Prestasi

Bian Pamungkas
Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Dinas Pendidikan Palangka Raya Cetak Kepala Sekolah Adaptif Digital dan Berstandar Nasional

Palangka Raya-Spektroom : Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya mencetak kepala sekolah yang adaptif terhadap perkembangan digital sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan berstandar nasional melalui Pelatihan dan Pembekalan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menegaskan, kepala sekolah saat ini dituntut tidak hanya memahami

Polin, Rafles