Outing Class di BPBD Jember, 38 Mahasantri Belajar Kesiapsiagaan Bencana
Jember-Spektroom : Sebanyak 38 mahasantri Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Katsir 2 mengikuti kegiatan outing class di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Kamis (20/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta untuk mengenal penanganan bencana sekaligus pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan itu dikemas dengan mengunjungi sejumlah pos yang menjadi bagian dari operasional BPBD Jember. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan di dalam ruangan, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan yang digunakan petugas ketika menangani bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, S.T., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para mahasantri untuk memahami penanggulangan bencana secara lebih konkret. “Peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai peralatan dan mekanisme penanganan bencana, sehingga mereka tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga memahami fungsi peralatan serta pentingnya keselamatan saat terjadi bencana,” ungkap Zughrinada.
Pada pos perahu karet, peserta dikenalkan dengan alat pelindung diri (APD), perahu karet, serta prinsip keselamatan dasar di perairan. Materi tersebut berkaitan dengan proses evakuasi dan pertolongan terhadap korban yang terseret arus banjir. Selanjutnya, di pos logistik, peserta mempelajari jenis dan fungsi logistik kebencanaan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana serta tata kelola logistik pada masa tanggap darurat.
Di gudang peralatan, peserta melihat langsung berbagai perlengkapan kebencanaan sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai sistem penyimpanan dan penataan peralatan agar mudah diambil dan siap digunakan sewaktu-waktu. Peserta juga diperkenalkan dengan chainsaw yang digunakan dalam penanganan pohon tumbang. Edukasi mencakup prinsip keselamatan kerja serta potensi bahaya ketika terjadi angin kencang.
Sementara di pos kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peserta mendapatkan pemahaman mengenai penyebab, dampak, serta langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Adapun di Pusdalops, peserta mempelajari alur pemantauan dan pelaporan informasi ketika terjadi bencana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dalam ruangan mengenai mitigasi bencana. Melalui kegiatan tersebut, BPBD Jember mendorong pengetahuan kebencanaan dikenalkan sejak dini kepada berbagai kelompok masyarakat.
“Mitigasi dan kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi. Edukasi seperti ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” jelas Zughrinada.
Kegiatan berlangsung berdasarkan Surat Permohonan Izin Outing Class Nomor 011/067/SU-BEM-IBKA 2/VII/2026. Secara umum kegiatan berjalan lancar, meski peserta menghadapi kondisi cuaca panas saat mengikuti materi di luar ruangan. Selain BPBD Kabupaten Jember, kegiatan tersebut melibatkan Ma’had Tahfidzul Qur’an Ibnu Katsir 2 sebagai peserta. (budi)