Permintaan Tinggi, Stok Darah Di PMI Solo Menipis
Spektroom - Menyusul permintaan darah yang meningkat secara signifikan , Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta saat ini berada di bawah level aman atau kategori hijau.
Lonjakan permintaan yang terjadi sejak bulan September lalu sebanyak 15 ribu kantong padahal sebelumnya berkisar 13 ribu kantong setiap bulannya
Plh. Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menjelaskan kenaikan permintaan meningkat sekitar 2 ribu kantong itu menuntut ketersediaan setidaknya 8.500 pendonor setiap bulannya.
“Saat ini memang di bawah hijau karena sejak September kebutuhan darah di Solo ini meningkat cukup signifikan. Kami harus menyediakan 15 ribu kantong per bulan,” ujar Soemartono, Senin (12/1/2026).
Situasi kritis ini juga disebabkan dengan masa libur sekolah dan kuliah pada Desember hingga Januari, mengingat hampir 50 persen pendonor di Solo berasal dari kalangan muda, yang sebagian besar pulang kampung atau berlibur.
Padahal dalam pengecekan darah menurut Sumartono harus dilakukan pengetatan standar kualitas darah melalui sertifikasi CPOB dari Badan POM sehingga mempengaruhi jumlah pendonor yang lolos skrining.
Sedang penggunaan alat HB meter yang lebih akurat membuat banyak calon pendonor tertolak karena alasan medis yang sangat mendetail.
"Sertifikasi CPOB membuat skrining lebih ketat. Kalau dulu pakai cairan, sekarang pakai HB meter. Kurang 0,1 saja harus kami tolak," katanya menjelaskan.
Guna memenuhi stok, PMI Solo kini gencar menghubungi perusahaan dan komunitas penggerak donor untuk meningkatkan frekuensi donor darah serta Masyarakat diimbau untuk rutin mendonorkan darahnya setiap dua bulan sekali guna membantu menyelamatkan sesama. (Dan)