Pegiat Komunitas Kebangsaan : Ajak Hidupkan Semangat Pahlawan.

Pegiat Komunitas Kebangsaan : Ajak Hidupkan Semangat Pahlawan.
(Dok : freepik )

Spektroom - Di jaman Modern Pahlawan bukan lagi memanggul senjata, tetapi seseorang yang memiliki jiwa menghidupkan melalui tindakan-tindakan sederhana namun bermakna seperti menjaga lingkungan, berbuat jujur, hingga aktif berkontribusi di masyarakat, boleh dikata sebagai Pahlawan.

Di minta tanggapan berkait Hari Pahlawan, Sihungi Pegiat Komunitas Kebangsaan, Dr. Akmad Ramdhon, mengatakan makna memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November tidak hanya sebatas mengenang jasa para pejuang, tetapi juga bagaimana menghidupkan semangat kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak muda masa kini dapat meneladani kepahlawanan dengan aksi-aksi adaptif dan kontekstual. Misalnya, membuang sampah pada tempatnya itu bagian dari kontribusi menjaga lingkungan dan mencegah bencana,” ujar Ramdhon, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, di era digital saat ini, banyak anak muda telah menunjukkan aksi heroik dengan cara nya sendiri baik melalui pendidikan, olahraga, maupun di media sosial. Namun sayangnya, kisah inspiratif tersebut sering terabaikan di tengah derasnya arus konten hiburan.

“Inilah tantangannya. Perlu ada ruang apresiasi agar semangat kepahlawanan muda bisa tumbuh dan diteladani,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Galuh Irawan, salah satu warga, menilai meneruskan perjuangan para pahlawan berarti menyesuaikan nilai-nilai perjuangan dengan tantangan zaman.

“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, kini kita bisa berjuang dengan kerja keras, kejujuran, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Galuh.

Galuh menekankan pentingnya generasi muda terus belajar, berinovasi, serta tetap memegang nilai-nilai luhur seperti cinta tanah air, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Selain diingatkan agar anak muda tidak mudah terbawa budaya asing yang dapat mengikis identitas bangsa.(Dan)

Berita terkait

Pemuda Asal Pontianak Diduga Dalangi Sindikat Phishing Global 'Kratos', Ditangkap Bareskrim dan FBI

Pemuda Asal Pontianak Diduga Dalangi Sindikat Phishing Global 'Kratos', Ditangkap Bareskrim dan FBI

Jakarta - Spektroom : Seorang pemuda berusia 25 tahun asal Pontianak, Kalimantan Barat, ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri atas dugaan menjadi otak di balik jaringan kejahatan siber internasional bernama Kratos. Tersangka berinisial MI diamankan dalam operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat,

Apolonius Welly
ссс