P3Basiba Kota Bukittinggi Harus Dapat Mencerminkan Nilai Adat dan Budaya Di Kota Perjuangan

P3Basiba Kota Bukittinggi Harus Dapat Mencerminkan Nilai Adat dan Budaya Di Kota Perjuangan
Suasana Halal Bihalal di kediaman Ketua P3Basiba Kota Bukittinggi, Hj. Helmawati. (Foto: Dok. Rita)

Bukittinggi-Spektroom : P3 Basiba Kota Bukittinggi melaksanakan Halal Bihalal 1447 Hijriah di kediaman Ketua P3 Basiba Kota Bukittinggi, Sabtu (18/4/2026)

"Halal Bihalal ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum emas untuk mempererat persaudaraan dan tali silaturahmi di antara kita. Kebersamaan kita adalah kekuatan untuk menjalankan amanah dalam memajukan Organisasi," ujar Hj. Helmawati, Ketua Perhimpunan Pemberdayaan Perempuan Basiba (P3 Basiba) se Kota Bukittinggi.

Saya berharap, semangat ramadan untuk berbagi dan menyayangi terus berlanjut, tidak hanya pada hari ini, tetapi juga dalam program-program kerja organisasi kita ke depan, tegasnya.

Helmawati juga menyebutkan peranan organisasi wanita di Kota Bukittinggi khusus P3 Basiba sangat signifikan, terutama dalam mempertahankan semangat perjuangan dan pemberdaan perempuan di kota yang pernah menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

P3 Basiba juga diharapkan sekali dapat menjadi contoh teladan dalam berbagai hal, terutama melestarikan nilai-nilai budaya di kota Bukittinggi, aktif mengadakan kajian adat dan membangun kemitraan untuk mempererat silaturahmi antar organisasi perempuan.

Selain itu juga dopat berperan dalam meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi dalam membangun bangsa yang kuat dan maju.

Pada acara halal bihalal P3 Basiba juga dilepas dua orang Anggota P3 Basiba Bundo Trimurti dan Bundo Mulyani untuk melaksakan Ibadah Haji tahun ini yang rencanya berangkat Akhir April 2026. (Rita Yondriadi)

Berita terkait

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata di layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi

Diah Utami, Rafles