Pacu Kuda Bukittinggi-Agam: Galang Dana untuk Korban Bencana
Spektroom — Ketua Pengcab Pordasi Kota Bukittinggi yang juga Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, memimpin rapat persiapan dan pengecekan akhir pelaksanaan Alek Nagari Pacu Kuda Bukittinggi–Agam Open Race 2025, Rabu (24/12/2025) di Aula Lantai 1 Kantor Balai Kota Bukittinggi, Bukik Gulai Bancah.
Rapat tersebut dihadiri Ketua KONI Kota Bukittinggi Hendra Hendramin, Panitia Pelaksana Hamdan Hs., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bukittinggi, serta pihak terkait lainnya.
Dalam arahannya, Ramlan menegaskan bahwa kegiatan pacu kuda ini tidak hanya bertujuan menghibur masyarakat dan pecinta olahraga pacu kuda, tetapi juga sebagai ajang penggalangan dana bagi korban bencana alam di Ranah Minang yang saat ini tengah berduka.
Pelaksanaan Pacu Kuda Bukittinggi–Agam Open Race dijadwalkan berlangsung pada 28 Desember 2025 di Galanggang Lapangan Pacu Bukik Ambacang. Total anggaran kegiatan sebesar Rp 400 juta, dengan rincian Pemko Bukittinggi mengalokasikan Rp200 juta dari APBD dan Pemkab Agam mengalokasikan anggaran Rp200 juta dari APBD-nya.
Sebanyak 16 race akan diperlombakan dengan total hadiah mencapai Rp190 juta, termasuk hadiah utama Derby sebesar Rp45 juta. Ramlan menekankan pentingnya ketegasan dan kedisiplinan dalam pengamanan acara.
Area galanggang pacu harus steril dari aktivitas berjualan, pengaturan tempat duduk tamu VVIP di Rumah Bulek, termasuk penempatan khusus bagi Niniak Mamak dari Kurai Limo Jorong Bukittinggi dan nagari terkait. Selain itu, kesiapan tim medis juga menjadi perhatian utama.
“Perlu ketegasan dan kedisiplinan dalam mengamankan serta mensterilkan lokasi Galanggang Lapangan Pacu Bukik Ambacang,” ujar Ramlan.
Ia juga menegaskan agar hadiah bagi pemenang lomba pacu kuda dibayarkan pada hari yang sama, berupa uang tunai dan tropi yang layak agar dapat menjadi kenang-kenangan bagi pemenang. Ke depan, Ramlan berharap event pacu kuda ini dapat digelar dua kali dalam setahun, termasuk Pacu Kuda Wisata Derby.
Dalam kesempatan tersebut, Ramlan turut menyinggung kuda pejantan andalan milik Pemko Bukittinggi, Fort de Kock, yang telah mati pada usia 19 tahun. Ke depan, pemerintah daerah akan mencari pengganti kuda pejantan tersebut.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, panitia juga akan melakukan peninjauan lintasan pacu serta akses jalan yang dilalui penonton pada 27 Desember 2025 sore, sehari sebelum pelaksanaan acara. (Rt-Rz)