Lestarikan Permainan Tradisional di tengah Gempuran Modernisasi, Bengkalis Gelar Festival Layang - Layang Wau Laksamana

Lestarikan Permainan Tradisional di tengah Gempuran Modernisasi, Bengkalis Gelar Festival Layang - Layang Wau Laksamana
Bupati Bengkalis Kasmarni, diwakili Staf Ahli Bupati membuka Festival Layang-Layang Wau, Sabtu (31/1/2026)

Spektroom – Festival Layang-Layang Wau Bengkalis yang diselenggarakan Pengurus Perkumpulan Layang-Layang Wau Bengkalis (PLWB), di Pasir Andam Dewi Bengkalis, Sabtu (31/1/ 2026) diikuti 100 peserta pelajar dan 100 peserta umum.

Festival yang akan berlangsung hingga Minggu (1/2/2026) melombakan kategori Layang-Layang Wau Kurau Jantan dan Betina, serta tambahan kategori Wau Bulan bagi peserta umum.

Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pemerintahan dan SDM, Johansyah Syafri ketika membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis Kasmarni membuka festival menyebutkan bahwa festival ini merupakan salah satu langkah nyata dalam melestarikan permainan tradisional di tengah gempuran modernisasi.

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya lokal masyarakat di Negeri Junjungan. Sekaligus menjadi wadah komunikasi dan interaksi serta membangkitkan semangat UMKM dalam perputaran ekonomi di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.

Johansyah Syafri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah berkomitmen menyelenggarakan festival ini. Ia menganggap, acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud kepedulian terhadap kekayaan budaya.

Menurutnya, Festival Layang-Layang yang mengusung selogan 'Melestarikan Tradisi, Mengangkat Marwah' ini, sangat selaras dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Bengkalis, yakni mewujudkan daerah yang Bermarwah, Maju, dan Sejahtera, serta Unggul di Indonesia (BERMASA).

"Keanekaragaman permainan rakyat, khususnya Layang-Layang Wau, memerlukan perhatian serius. bukan tidak mungkin warisan luhur ini akan hilang ditelan zaman dan hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita di masa depan," ujar Johansyah.

Disamping itu, salah satu poin penting yang disampaikan Johansyah Syafri adalah mengenai status hukum ragam layang-layang khas Bengkalis. Mengingat, Layang Kuau Jantan Laksamana Bengkalis telah resmi dipatenkan secara nasional dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai ikon budaya Bengkalis.

"Ke depan, kita berharap untuk dapat melanjutkan proses pendaftaran hak cipta dan paten bagi Layang Kuau Betina dan Wau Bulan Laksamana Bengkalis," pintanya.

Langkah ini diambil agar keberadaan warisan budaya tak benda milik daerah tersebut semakin terlindungi secara hukum dan diakui secara luas.

Melalui festival ini, beliau juga berharap generasi muda dapat lebih mengenal, memahami, dan mencintai jati diri budayanya.

"Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan. Kita ingin Layang-Layang Wau Bengkalis dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga mancanegara, sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkalis sepanjang masa," tutupnya.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dewan Pembina serta Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis sebagai payung negeri yang berperan aktif dalam membina tradisi Melayu agar tetap hidup.

Bupati Bengkalis Kasmarni, diwakili Staf Ahli Bupati juga mendapatkan cinderamata berupa miniatur Layang-Layang Wau dari PLWB bersama tamu kehormatan lainnya.

Berita terkait

Grebeg Suro ke-14 Dibuka, Pemkot Sawahlunto Tegaskan Komitmen Rawat Keberagaman Budaya

Grebeg Suro ke-14 Dibuka, Pemkot Sawahlunto Tegaskan Komitmen Rawat Keberagaman Budaya

Sawahlunto– Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya melalui pembukaan Festival Muharram Grebeg Suro ke-14 di kawasan Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026), sebagai rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka secara resmi Festival Muharram Grebeg Suro ke-14 yang diselenggarakan

Riswan Idris, Buang Supeno
Rp12 Miliar Digelontorkan, Pemprov Kepri Sulap Taman Gurindam 12 Jadi Wajah Baru Ibu Kota

Rp12 Miliar Digelontorkan, Pemprov Kepri Sulap Taman Gurindam 12 Jadi Wajah Baru Ibu Kota

Kepri - Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk melanjutkan penataan kawasan Taman Gurindam 12 di Tepi Laut, Kota Tanjungpinang. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru ibu kota provinsi sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Kepala Dinas

Desmawati, Buang Supeno
Bupati Madiun: Data Valid Jadi Kunci Pelayanan Cepat dan Tepat Sasaran

Bupati Madiun: Data Valid Jadi Kunci Pelayanan Cepat dan Tepat Sasaran

Madiun-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Edukasi Publik Peningkatan dan Tertib Administrasi Kependudukan sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pembaruan data kependudukan yang akurat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun tersebut diikuti para camat, kepala seksi pelayanan kecamatan

Moch Haryono, Buang Supeno
Pramuka Maluku Utara Didorong Bertransformasi Digital, Wagub Sarbin: Tinggalkan Program yang Tak Berdampak

Pramuka Maluku Utara Didorong Bertransformasi Digital, Wagub Sarbin: Tinggalkan Program yang Tak Berdampak

Sofifi-Spektroom : Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku Utara di Aula Bidadari Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Maluku Utara, Sofifi, Senin sore (15/6/2026). Rakerda yang berlangsung selama

Nanang Adrany, Buang Supeno