Pagi Penuh Euforia, Nobar Argentina vs Swiss Semarakkan Bundaran Besar
Palangka Raya – Pagi ini terasa berbeda di bundaran Besar ketika beberapa kelompok orang mulai berdatangan. Sebagian mengenakan jersey biru-putih Argentina, sebagian lainnya membawa syal dan bendera tim favorit. Perhatian mereka tertuju ke layar raksasa yang menayangkan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss, Minggu (12/7/2026).
Seiring pertandingan dimulai, suasana yang semula tenang berubah riuh. Setiap serangan memancing decak kagum, setiap peluang membuat penonton serempak menahan napas. Dingin udara pagi perlahan tak lagi terasa, tergantikan semangat ratusan warga yang larut dalam atmosfer sepak bola dunia bersama personel Kodam XXII/Tambun Bungai.
Argentina membuka keunggulan lebih dulu melalui Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Namun kegembiraan pendukung Albiceleste sempat tertahan ketika Swiss menyamakan kedudukan lewat Dan Ndoye pada menit ke-67. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, membuat ketegangan di Bundaran Besar semakin terasa.
Memasuki babak tambahan, tak sedikit penonton berdiri dari tempat duduknya. Mata mereka tak lepas dari layar, berharap tim jagoannya mampu memastikan tiket ke semifinal. Harapan itu akhirnya terjawab ketika Julián Álvarez mencetak gol pada menit ke-112.
Belum reda sorak kegembiraan, Lautaro Martínez kembali membobol gawang Swiss pada menit 120+1 dan memastikan kemenangan Argentina 3-1.
Teriakan "Argentina... Argentina..." bergema di Bundaran Besar. Tepuk tangan, pelukan antarsesama pendukung, hingga kibaran bendera mewarnai akhir pertandingan. Momen itu seolah menghangatkan pagi Palangka Raya yang sejak subuh diselimuti udara sejuk dan embun.
Nobar yang digelar bersama personel Kodam XXII/Tambun Bungai itu bukan sekadar menjadi tempat menyaksikan pertandingan.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk berdampingan menikmati setiap menit laga dalam suasana aman dan penuh keakraban.
Beda pilihan tim tidak mengurangi kebersamaan, justru menambah warna dalam pesta sepak bola terbesar di dunia.
Ketika layar mulai padam dan penonton beranjak pulang, senyum masih terlihat di wajah banyak orang. Bagi mereka, kemenangan Argentina memang menjadi cerita utama pagi itu.
Namun lebih dari itu, kebersamaan yang tercipta di Bundaran Besar menjadi bukti bahwa sepak bola selalu memiliki cara untuk menyatukan masyarakat dalam satu euforia yang sama. (Polin-IAQ)