Pahlawan Emas Pertama PON Beladiri Sumbar, Yusma Deswita Disambut di BIM

Pahlawan Emas Pertama PON Beladiri Sumbar, Yusma Deswita Disambut di BIM
Kedatangan Yusma Deswita, peraih emas pertama PON Beladiri II 2025 bagi Kontingen Sumbar, disambut di BIM Padang. (Foto: Humas KONI Sumbar)

Spektroom - Yusma Deswita Peraih medali emas perdana kontingen PON Beladiri II Sumatera Barat, disambut sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, Rabu (15/10/2025) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Pengalungan bunga penyambutan dilakukan oleh Waketum II KONI Sumbar Dr. Septri, M.Pd, Ketua PGSI Sumbar Dr. Andree H. Algamar, Wasekum III Hendri Gusman Darma, Wasekum V Rio Handevis. Ikut hadir Ketua KONI Padang Erianto Mahmuda dan Ketua Harian KONI Padang, Syamsurizal. Mewakili jajaran Pengurus KONI Sumbar, Septri mengucapkan selamat datang kembali kepada Yusma pegulat andalan Tuah Sakato. Berkat perjuangan keras, berhasil mendulang kepingan medali emas. Septri mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Yusma, yang sudah berjuang mengangkat harkat dan martabat Ranah Minang di kancah olahraga nasional. "Pengurus saat ini sedang berjuang mengangkat olahraga Ranah Minang, agar mambangkik batang tarandam. Dengan keberhasilan Yusma meraih emas, tertumpang harapan kita untuk mencapai target di PON Beladiri ini," ucapnya. Pihaknya juga berharap agar cabor lain yang ikut dalam PON Beladiri II bisa menyumbangkan medali emas untuk Tuah Sakato. Sehingga target delapan emas dapat terwujud. "Masih ada kempo, pencak silat, gulat, sambo dan sejumlah cabor lainnya untuk mendulang emas. Mudah-mudahan beberapa hari ini pundi emas bisa terwujud," pungkasnya. Yusma Deswita pulang lebih duluan dari rombongan kontingen gulat Sumbar lainnya. Soalnya, dia akan mengikuti wisuda di Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang, Kamis (16/10/2025) besok. (RRE/jiga/Humas KONI Sumbar)

Berita terkait

Buntut Aduan LGBTIQ+, Komdigi Minta Hornet Dihapus dari App Store dan Play Store

Buntut Aduan LGBTIQ+, Komdigi Minta Hornet Dihapus dari App Store dan Play Store

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital Komdigi meminta Apple App Store dan Google Play Store menghapus aplikasi Hornet dari layanan di Indonesia. Langkah itu diambil setelah menerima aduan masyarakat terkait keterkaitan platform tersebut dengan kampanye LGBTIQ+. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, aduan masyarakat menjadi perhatian pemerintah dalam

Rafles
ссс