Trending

Buntut Aduan LGBTIQ+, Komdigi Minta Hornet Dihapus dari App Store dan Play Store

Buntut Aduan LGBTIQ+, Komdigi Minta Hornet Dihapus dari App Store dan Play Store
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Alexander Sabar. (Foto: Humas Komdigi)

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital Komdigi meminta Apple App Store dan Google Play Store menghapus aplikasi Hornet dari layanan di Indonesia.

Langkah itu diambil setelah menerima aduan masyarakat terkait keterkaitan platform tersebut dengan kampanye LGBTIQ+.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan, aduan masyarakat menjadi perhatian pemerintah dalam mengawasi platform Hornet.

“Komdigi menerima aduan dari masyarakat mengenai keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian karena ada nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia,” kata Alexander di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Selain muatan konten, persoalan juga menyangkut kepatuhan administrasi. Menurut Alexander, Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik PSE di Indonesia.

“Dari awal Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia. Ini merupakan persoalan kepatuhan yang harus kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Alexander.

Komdigi telah meminta App Store dan Play Store segera melakukan delisting agar aplikasi tidak dapat diakses pengguna di Indonesia.

“Kami sudah minta App Store dan Play Store agar aplikasi tersebut segera di-delisting. Ini bagian dari penegakan aturan terhadap platform yang tidak memenuhi kewajibannya di Indonesia,” katanya.

Alexander menegaskan setiap platform digital yang melayani masyarakat Indonesia wajib menghormati hukum nasional. Kewajiban itu berlaku tanpa membedakan asal negara, skala perusahaan, maupun jumlah pengguna. Selain Hornet, Komdigi juga akan memproses aplikasi lain dengan layanan serupa.

“Ruang digital Indonesia bukan ruang tanpa aturan. Setiap platform yang beroperasi di Indonesia harus mematuhi ketentuan hukum Indonesia,” tegasnya.

Komdigi akan terus menindaklanjuti aduan masyarakat dan berkoordinasi dengan penyedia toko aplikasi untuk memastikan ekosistem digital sesuai hukum nasional. (RRE/Diut)

Berita terkait

Wali Kota Surakarta: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan dan Pelayanan Setara

Wali Kota Surakarta: Penyandang Disabilitas Berhak atas Kesempatan dan Pelayanan Setara

Surakarta – Spektroom: Penyandang disabilitas harus mendapatkan hak, akses, dan kesempatan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan kota. Untuk mewujudkannya, fasilitas publik yang dibangun pemerintah perlu melibatkan penyandang disabilitas dalam pengujian aksesibilitas secara langsung. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
Polres Kepulauan Selayar Lanjutkan Kegiatan Minggu Kasih Bersama Umat Kristiani

Polres Kepulauan Selayar Lanjutkan Kegiatan Minggu Kasih Bersama Umat Kristiani

Kepulauan Selayar-Spektroom: Komitmen Polres Kepulauan Selayar untuk hadir dan membangun kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat terus berlanjut. Melalui kegiatan Minggu Kasih, personel Polres Kepulauan Selayar bersama Polsek Benteng menyambangi Rumah Ibadah Katolik Santo Paulus di Jalan KH. Hayyung, Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, Minggu (1/11/2026). Kegiatan dilaksanakan sekitar

Nur Jalil Sultan, Bian Pamungkas
Pemkot Palangka Raya Buka Penggunaan Dana Karhutla, Transparansi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Pemkot Palangka Raya Buka Penggunaan Dana Karhutla, Transparansi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Palangka Raya-Spektroom: Penggunaan dana negara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki ruang untuk mengetahui dan mengawasi agar setiap anggaran benar-benar digunakan sesuai kebutuhan di lapangan. Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui konferensi pers penggunaan Belanja Tidak Terduga

Polin, Bian Pamungkas