Investasi Batam terus tumbuh dan Dorong Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja

Investasi Batam terus tumbuh dan Dorong Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja
Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. (Foto: Diskominfo)

Batam-Spektroom : Hingga semester I tahun 2026, realisasi investasi Batam terus tumbuh dan mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 40.943 orang, atau meningkat  9.964 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi kado istimewa bagi Batam dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus kawasan industri, perdagangan, dan investasi, kemerdekaan diterjemahkan melalui pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan membuka kesempatan bagi masyarakat.

Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan investasi menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Namun, menurutnya, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai penanaman modal.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan realisasi investasi, pengembangan industri, serta pembukaan lapangan kerja.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Dari sisi ekonomi, Batam terus diarahkan menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ) sekaligus salah satu pusat investasi di wilayah Sumatera. Pertumbuhan investasi diharapkan membuka semakin banyak lapangan kerja, tidak hanya bagi masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang memilih Batam sebagai tempat untuk bekerja dan membangun kehidupan.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (Foto: Diskominfo)

Sementara itu, Li Claudia Chandra Wakil Walikota Batam mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak proses awal penanaman modal hingga proyek beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” kata Li Claudia.

Ia mengatakan, Pemko Batam bersama BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” ujarnya.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Berita terkait

Sambut HUT RI Ke 81 Polwan Polda Maluku dan Jemaat GPM Soya,  Sosialisasi Perkuat Literasi Digital

Sambut HUT RI Ke 81 Polwan Polda Maluku dan Jemaat GPM Soya, Sosialisasi Perkuat Literasi Digital

Ambon - Spektroom: Menyongsong peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat mengisi kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan mempersiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk ancaman di ruang digital. Semangat tersebut diwujudkan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi dan Nasional (HBGN) Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat

Eva Moenandar, Anggoro AP