Palu, Sotong, dan Sambal: Cerita Ramadan dari Lapak Sotong Pangkong Pontianak

Palu, Sotong, dan Sambal: Cerita Ramadan dari Lapak Sotong Pangkong Pontianak
Suasana lapak lesehan Sotong Pangkong Rachmad di jalan Merdeka Barat Pontianak tampak ramai pengunjung. (Foto: Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Ketika bulan Ramadan tiba, suasana malam di Kota Pontianak berubah menjadi lebih hidup.

Usai salat tarawih, masyarakat berbondong-bondong keluar rumah untuk menikmati berbagai kuliner khas yang hanya muncul setahun sekali.

Di antara banyak pilihan, satu hidangan selalu menjadi primadona: sotong pangkong.

Di sepanjang Jalan Merdeka Barat Pontianak deretan lapak sotong pangkong tampak ramai diserbu pengunjung.

Suara palu yang memukul sotong kering terdengar bersahut-sahutan, menciptakan irama khas yang seolah menjadi penanda datangnya malam Ramadan di kota khatulistiwa ini.

Sotong pangkong merupakan kuliner berbahan dasar cumi yang telah dikeringkan dan diasap.

Beginilah penampakan Sotong kering bergelantungan dalam etalase pajangan penjual. (Foto: Apolo/Spektroom)

Sebelum disajikan, sotong tersebut dipukul atau “dipangkong” menggunakan palu hingga pipih dan empuk. Proses inilah yang kemudian melahirkan nama unik kuliner tersebut.

Setelah dipangkong, sotong disajikan dengan dua pilihan sambal cair yang khas, yakni sambal kacang dan sambal ebi.

Kedua sambal ini bisa dinikmati secara terpisah atau dicampur sesuai selera.

Perpaduan rasa gurih dan sedikit asin dari sotong dengan sentuhan pedas, manis, dan asam dari sambal membuat kuliner ini memiliki cita rasa yang khas.

Tak heran jika sotong pangkong selalu menjadi menu yang paling dicari setiap Ramadan.

Salah satu penjual sotong pangkong di kawasan Jalan Merdeka, Rachmad, mengatakan kuliner ini memang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Pontianak.

“Kalau Ramadan pasti ramai. Banyak yang memang sengaja datang cari sotong pangkong, karena di luar bulan puasa jarang ada yang jual,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Menurut Rachmad, proses pemangkongan sotong menjadi bagian paling menarik dari kuliner ini.

Selain membuat tekstur sotong lebih lembut, suara pukulan palu juga sering menarik perhatian pengunjung yang melintas.

Dalam satu malam, ia bisa menjual beberapa kilogram sotong. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung ukuran sotong, mulai dari sekitar Rp20 ribu hingga Rp40 ribu per porsi.

Meski harga bahan baku cenderung meningkat dari tahun ke tahun, minat pembeli tetap tinggi.

Bagi banyak warga Pontianak, menikmati sotong pangkong sudah menjadi tradisi kuliner yang selalu dinantikan saat Ramadan.

Salah seorang pengunjung, Santi, mengaku hampir setiap tahun datang ke kawasan Jalan Merdeka untuk menikmati kuliner tersebut bersama teman-temannya.

“Rasanya beda dari yang lain. Apalagi sambalnya, enak banget kalau dicampur.

Biasanya habis tarawih langsung ke sini,” katanya sambil menikmati seporsi sotong pangkong.

Hingga menjelang pukul 22.00 WIB, suasana di sekitar lapak sotong pangkong masih dipadati pengunjung.

Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang berkumpul dengan sahabat sambil menikmati hangatnya suasana malam Ramadan.

Bagi masyarakat Pontianak, sotong pangkong bukan sekadar makanan. Ia telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadan yang menghadirkan rasa, kenangan, dan kebersamaan dalam setiap gigitan.

(Feature Ramadan oleh: Apolo Welly)

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno