Ranny Tualeka: 9 Armada Feri di Maluku Beroperasi Penuh Maret 2026
Spektroom– Perumda Panca Karya menargetkan 9 armada feri siap beroperasi penuh pada Maret 2026, langkah percepatan pemulihan perusahaan sekaligus penguatan layanan transportasi laut antar wilayah di Provinsi Maluku.
Direktur Perumda Panca Karya, Ranny Tualeka mengatakan, jumlah armada yang aktif terus bertambah seiring selesainya proses perbaikan dan pemenuhan standar kelayakan kapal.
“Dalam bulan ini ada penambahan armada. Artinya, Maret ini 9 kapal sudah siap dan bisa melayani lintasan,” kata Ranny kepada wartawan di Ambon. Sembilan armada yang disiapkan meliputi Bahtera Nusantara, Tanjung Kuako, Tatihu, Bandaleon, Sardinela, Teluk Ambon, Lori Amar, dan Tanjung Sole, yang melayani sejumlah lintasan strategis guna meningkatkan konektivitas antar-pulau di Maluku.
Ranny tidak menutupi bahwa kondisi Panca Karya sebelumnya berada dalam situasi sulit. Menurutnya, pemulihan perusahaan membutuhkan kerja keras dan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun manajerial. “Kami akui, kondisi sebelumnya tidak baik-baik saja. Karena itu, proses pemulihan ini tidak bisa instan,” ujarnya, Jumat (30/01/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kapal utama, Bahtera Nusantara, sempat tidak beroperasi hampir 2 tahun, jauh sebelum manajemen saat ini menjabat. Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, manajemen melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memastikan aspek keselamatan dan kelayakan pelayaran.
Kapal dinyatakan layak dan telah mengantongi izin berlayar. Saat ini Bahtera Nusantara menjadi prioritas untuk segera dioperasikan. Manajemen Panca Karya berharap pengoperasian penuh 9 armada feri ini tidak hanya memperbaiki kinerja perusahaan, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di Maluku.