Panen Raya Cabai di Sintang, “Biang Inflasi” Kini Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan

Panen Raya Cabai di Sintang, “Biang Inflasi” Kini Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan
Forkopimcam bersama kelompok tani diabadikan bersama dilokasi panen raya cabai . Foto: Humas Polsek Tebelian Sintang

Sintang-Spektroom — Hamparan cabai merah yang selama ini kerap dijuluki sebagai “biang pemicu inflasi” justru menghadirkan kabar baik dari Desa Merarai 2, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Di tengah fluktuasi harga bahan pangan yang sering menghantam pasar, masyarakat desa setempat berhasil menunjukkan bahwa cabai bukan hanya komoditas sensitif, tetapi juga sumber kekuatan ekonomi warga.

Suasana semarak terlihat saat Panen Raya Cabai Program Ketahanan Pangan Tahun 2026 digelar pada Senin (11/05/2026).

Areal panen raya capai yg siap dipanen. Foto: Humas Polsek Tebelian Sintang.

Warga, kelompok tani, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sintang hingga unsur Forkopimcam turun langsung ke lahan pertanian yang dipenuhi cabai merah menyala hasil budidaya masyarakat.

Panen raya tersebut menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat TNI-Polri dan masyarakat dalam memperkuat sektor hortikultura di tingkat desa.

Komoditas cabai yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang utama inflasi nasional karena lonjakan harga, kini justru menjadi penopang ekonomi warga Merarai 2.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan keberhasilan panen cabai ini membuktikan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari desa.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana masyarakat mampu mandiri dan mendapatkan manfaat ekonomi secara nyata. Hari ini kita melihat hasil kerja keras petani yang luar biasa,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan hortikultura seperti cabai memiliki dampak strategis karena selain membantu menjaga pasokan pangan daerah, juga mampu menekan gejolak harga di pasaran ketika produksi meningkat.

Camat Sungai Tebelian, Risnandi menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah desa, kelompok tani hingga dukungan lintas sektor.

“Desa Merarai 2 punya potensi pertanian yang sangat baik. Jika terus dikembangkan, ini bisa menjadi contoh desa mandiri pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe menegaskan dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong semangat masyarakat untuk produktif memanfaatkan lahan pertanian.

“Panen raya cabai ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain agar lebih aktif mengelola lahan produktif demi mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah isu inflasi pangan yang terus menjadi perhatian nasional, panen cabai di Merarai 2 seakan memberi pesan sederhana: dari desa, stabilitas pangan bisa dimulai.

Berita terkait

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

SPPMHKP Ternate Luncurkan Klinik Mutu Ikan untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan

Ternate-Spektroom: Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (SPPMHKP) Ternate meluncurkan Klinik Mutu Ikan sebagai upaya memperkuat mutu, keamanan, dan daya saing produk perikanan di Maluku Utara. Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 bertema “Sinergi Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Produk Perikanan” di ruang

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Mendagri Tito Karnafian Apresiasi Langkah Pencegahan Karhutla di Riau

Pekanbaru-Spektroom: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Riau berjalan baik. Penilaian tersebut disampaikan Tito saat menghadiri rapat internal penanganan karhutla bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Posko Aju, Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/

Salman Nurmin, Bian Pamungkas
ссс