Panggilan Nurani Seorang Kapolpos Untuk Masa Depan Anak Anak Yamor
Kondisi geografis serta akses transportasi dari Kaimana menuju Yamor harus ditempuh tiga hari melalui laut dan menyisir sungai.
Kaimana-Spektroom : Kepedulian terhadap pelajar asal Distrik Yamor yang menempuh pendidikan di Kota Kaimana ditunjukkan Kapolpos Yamor, Bripka Marten Wayoi. Menggunakan uang pribadi, Marten membeli 500 kilogram beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan puluhan pelajar yang tinggal jauh dari orang tua.
Beras dibeli sebanyak 100 sak dengan berat masing-masing 5 kilogram, dengan memanfaatkan program penjualan beras murah yang digelar di Polres Kaimana dengan harga Rp65 ribu per sak.
“Karena harganya cukup murah, saya gunakan berkat pribadi untuk membeli 100 sak atau 500 kilogram beras,” ujar Marten di Kaimana, Jumat, 04 September 2026.
Sebagian bantuan beras tersebut telah disalurkan kepada sejumlah tempat tinggal pelajar asal Yamor di Kota Kaimana. Sedangkan sebagian lainnya masih disimpan untuk diserahkan kepada pelajar yang membutuhkan.

Dalam proses penyaluran, Marten melibatkan Kapolsek Etna IPTU Riky Eramuri bersama sejumlah personel Polsek Etna dan Pospol Yamor. Bantuan diserahkan langsung ke tempat tinggal para pelajar agar dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan.
“Saya minta Pak Kapolsek Etna mendampingi untuk bersama-sama menyerahkan bantuan beras kepada anak-anak sekolah asal Yamor,” kata Maten.
Ia menuturkan, kepedulian terhadap pelajar asal Yamor bukan kali pertama dilakukan. Setiap tahun, ia berupaya membantu kebutuhan pangan anak-anak Yamor yang menempuh pendidikan di Kota Kaimana Papua Barat maupun Nabire, Papua Tengah.
Perhatian tersebut juga tidak terbatas pada kebutuhan pangan. Sesuai kemampuan yang dimilikinya, termasuk turut membantu kebutuhan pendidikan para pelajar, seperti sepatu, buku dan seragam sekolah.
“Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua. Kita semua punya tanggung jawab demi masa depan adik-adik dan anak-anak Yamor, apalagi mereka ini berasal dari kampung yang jauh terpencil dan dari kekuarga sangat sederhana,"tuturnya.
Bayangkan saja, puluhan pelajar asal Yamor harus tinggal jauh dari keluarga demi mendapatkan pendidikan. Kondisi geografis serta akses transportasi dari Kaimana menuju Yamor harus ditempuh tiga hari melalui laut dan menyisir sungai.
"Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pelajar sangatlah sulit, tetapi dibalik permasalahan itu ada semangat menggapai masa depan yang lebih baik,"tambahnya.
Kami berharap ada kepedulian dari berbagai pihak terhadap para pelajar asal Yamor dapat terus tumbuh. Dukungan tersebut diharapkan membantu para pelajar tetap sehat, bertahan selama menempuh pendidikan di Kota Kaimana, menyelesaikan sekolah dan meraih cita-cita.
“Secara pribadi, saya berharap kepedulian bersama terus tumbuh agar anak-anak Yamor dapat memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup sang Kapolpos.