Panjatkan Do'a ke Langit, Menanti Hujan untuk Tanah yang Mengering

Panjatkan Do'a ke Langit, Menanti Hujan untuk Tanah yang Mengering
Saat Jajaran Polda Berdo'a dilapangan Januraga untuk memohon guyuran hujan. (Foto: Bid Humas Polda Kalbar)

Oleh: Apolonius Welly

Pontianak-Spektroom : Siang itu, Lapangan Jananuraga Mapolda Kalimantan Barat tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya ratusan personel kepolisian.

Di bawah langit yang pucat dan udara yang masih menyisakan aroma asap, mereka berdiri dalam satu harapan yang sama: menunggu hujan.

Usai Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas-2026”, Kamis (27/8/2026), para Pejabat Utama, personel Polri, dan aparatur sipil negara dilingkungan Polda Kalbar membentangkan sajadah di tengah lapangan.

Mereka melaksanakan Sholat Istisqa, sebuah ikhtiar spiritual yang dilakukan umat Islam ketika kemarau berkepanjangan melanda.

Diimami oleh Ustaz H. Habibi Sarabiti, S.E. Alhafizh, suasana berubah hening. Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terus membayangi Kalimantan Barat, doa-doa dipanjatkan agar langit kembali menurunkan rahmatnya.

Bagi masyarakat Kalbar, hujan saat ini bukan sekadar perubahan cuaca.

Ia menjadi harapan yang dinanti untuk menghentikan kobaran api, mengurangi kabut asap, sekaligus menghidupkan kembali bentang alam yang mulai kehilangan airnya.

Beberapa daerah memang telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun curah hujan itu belum merata. Di banyak wilayah, tanah masih retak oleh kemarau panjang.

Kemarau panjang yang mengeringkan sungai Kapuas.

Aliran sungai-sungai besar, termasuk Sungai Kapuas yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kalbar, mengalami penyusutan debit yang cukup signifikan.

Alat angkut Ponton ke perhuluan yang terdampar saat sungai kering.

Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat di kawasan danau-danau besar.

Danau Sentarum di Kapuas Hulu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ekosistem air tawar terbesar di Asia Tenggara, mengalami kekeringan di sejumlah titik.

Fenomena serupa juga terjadi di beberapa danau dan perairan daratan lainnya. Air surut drastis, menyisakan hamparan lumpur dan vegetasi yang mengering.

Dampaknya terasa hingga ke kehidupan satwa. Ribuan ikan dan biota air lainnya ditemukan mati karena kehilangan habitat dan berkurangnya kadar oksigen di perairan yang menyusut.

Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan, pemandangan itu menghadirkan kegelisahan tersendiri.

Karena itulah, upaya menghadapi krisis ini tidak hanya dilakukan melalui patroli, pemadaman darat, operasi udara, hingga modifikasi cuaca.

Di berbagai daerah, masyarakat juga memilih mengetuk pintu langit melalui doa.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batiniah yang melengkapi langkah-langkah operasional yang sedang dilakukan di lapangan.

Gerakan serupa juga dilaksanakan dan akan terus digelar di berbagai polres jajaran Polda Kalbar.

Bahkan di sejumlah daerah, tokoh agama dan masyarakat turut menginisiasi doa lintas agama sebagai bentuk solidaritas menghadapi bencana yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir, doa-doa itu terus mengalir.

Dari masjid, gereja, vihara, pura hingga rumah-rumah ibadah lainnya, harapan yang dipanjatkan sesungguhnya sama: agar langit kembali membuka pintunya dan menurunkan hujan bagi bumi Kalimantan Barat yang tengah kehausan.

(Apolonius Welly adalah Jurnalis Sektroom)

Berita terkait

Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter dan Angin Kencang Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter dan Angin Kencang Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 27 - 30 Agustus 2026. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Justia P. D. Galensong dalam releasenya Rabu (26/8/2026)

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Wanita Islam Alkhairaat Peringati Maulid Dengan Anjangsana di Warga Binaan Lapas Perempuan Ternate

Wanita Islam Alkhairaat Peringati Maulid Dengan Anjangsana di Warga Binaan Lapas Perempuan Ternate

Ternate-Spektroom : Pengurus Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Provinsi Maluku Utara bersama WIA Kota Ternate, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah 2026 Miladiyah melaksanakan kegiatan anjangsana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate, Rabu Sore (26/8/2026). Kegiatan Anjangsana tersebut sekaligus berbagi dengan warga binaan Lapas Perempuan Ternate yang

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
LPPM UNSOED Dorong Mahasiswa dan UMKM Naik Kelas dan Siap Akses Investasi

LPPM UNSOED Dorong Mahasiswa dan UMKM Naik Kelas dan Siap Akses Investasi

Purwokerto – Spektroom : Pengembangan usaha mahasiswa dan pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan ide dan keberanian memulai. Kemampuan mengelola keuangan, membaca pasar, memanfaatkan teknologi, hingga membangun jejaring pendanaan menjadi bagian penting agar bisnis mampu bertahan dan berkembang. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Bian Pamungkas