Trending

Pantura Semarang Kaligawe Kembali Banjir Pagi Ini

Pantura Semarang Kaligawe Kembali Banjir Pagi Ini
Petugas Lalulintas dari Polsek Genuk melaporkan kondisi banjir di jalan Kaligawe, Senin (16/02/2026),(Foto: Sigit/Spektroom)

Spektroom - Wilayah Jawa Tengah sepanjang pantura hingga kota Semarang, Demak, bahkan kini merembet ke wilayah kabupaten Grobogan masih terjadi hujan yang cukul tinggi.

Di wilayah kota Semarang bagian utara, tepatnya di jalan kaligawe, pagi ini hingga pkl 08.00 laporan dari petugas lalulintas polsek Genuk mengabarkan bahwa air setinggi 20 cm, menggenangi jalan utama menyebabkan lalulintas tersendat dan sepeda motor banyak yamg mogok.

Dari tayangan video yang dibagikan terlihat petugas dari polsek Genuk melaporkan kondisi banjir yang disebabkan meluapnya sungai kali babon.

"Dari perlintasan jalan kaligawe anggota polsek Genuk melaporkan kondisi pada pukul 08.00 terjadi genangan banjir akibat luapan sungai babon" Ujarnya.

Sungai babon yang berhulu di gunung Ungaran merupakan sungai utama yang melintasi wilayah timur kota Semarang.

Pada kondisi ketika terjadi hujan deras di Ungaran maka seringkali terjadi banjir melanda perumahan Dinar Indah terus melaju menggenangi jalur pantura kaligawe. Disarankan warga masyarakat yang akan berangkat kerja ke kota Semarang, hendaknya mengambil jalur alternatif sesuai arahan petugas.

Sedangkan hujan deras sepanjang minggu malam yang melanda Kabupaten Grobogan, juga mengakibatkan banjir cukup parah, pada Senin (16/2/2026) pagi.

Paling tidak ada enam kecamatan yang sudah terkonfirmasi terdampak banjir kali ini, yakni Purwodadi, Toroh, Geyer, Gubug, Tegowanu, dan Pulokulon.

”Banjir melanda beberapa desa di beberapa kecamatan pagi ini. Kami masih terus melakukan asesmen,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto.

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial menyebutkan, banjir di perkotaan Purwodadi berlangsung di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Kalongan. Air tampak setinggi dada orang dewasa menggenangi pemukiman dan jalanan.

Dalam Video lain yang beredar, terlihat pemjual dan dagangan di kios Pasar Desa Ngraji di Kecamatan Purwodadi terkepung banjir. Kemudian pada video lainnya di Kecamatan Tegowanu, banjir sebetis orang dewasa melanda jalanan desa. Warga menyebut banjir terjadi karena tanggul Sungai Cabean jebol.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru