Pariwisata Palangka Raya Bangkit, 644 Ribu Wisatawan Kunjungi Ibukota Kalteng Sepanjang 2025
Spektroom - Pemerintah kota Palangka Raya menutup tahun 2025 dengan catatan positif di sektor pariwisata. Sebanyak 644.270 wisatawan tercatat berkunjung ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, menandai tren pemulihan sekaligus kebangkitan ekonomi berbasis jasa, budaya, dan alam.
Capaian kunjungan wisatawan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Palangka Raya semakin diperhitungkan sebagai destinasi unggulan di Kalimantan. Angka ratusan ribu kunjungan sepanjang 2025 tidak hanya mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat, tetapi juga efektivitas promosi dan penataan destinasi yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya Iin Hendrayati Idris menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan tersebut terdiri dari wisatawan nusantara dan mancanegara, dengan dominasi kunjungan domestik. Objek wisata hutan alam Nyaru Menteng, wisata susur sungai Dermaga air hitam Sabangau, hingga event budaya menjadi magnet utama yang menarik minat pengunjung.
“Capaian 644.270 wisatawan ini menunjukkan bahwa Palangka Raya memiliki daya tarik yang kuat. Ini hasil kerja bersama, mulai dari pemerintah, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat,” ujarnya Senin (12/01/2026).
Ia menambahkan, geliat pariwisata sepanjang 2025 turut memberikan dampak nyata terhadap perekonomian lokal. Perhotelan, kuliner, UMKM, jasa transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif merasakan langsung efek berganda dari meningkatnya arus wisatawan.
“Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ketika kunjungan meningkat, perputaran ekonomi ikut bergerak. Ini yang terus kami dorong, agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjutnya, secara konsisten memperkuat strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kualitas destinasi, penyelenggaraan event berskala lokal dan regional, hingga promosi digital yang menyasar pasar yang lebih luas.
Selain itu, aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi juga menjadi perhatian serius. Kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar citra Palangka Raya sebagai kota wisata yang ramah, aman, dan berkelanjutan semakin melekat di benak wisatawan.
“Ke depan, kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas wisata. Wisatawan datang, tinggal lebih lama, belanja lebih banyak, dan membawa kesan baik tentang Palangka Raya,” tegasnya.
Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Polin - Gusti)