Pasar Domestik Jadi Tumpuan Baru Industri Furnitur Jepara

Pasar Domestik Jadi Tumpuan Baru Industri Furnitur Jepara
Permintaan Industri Furnitur Jepara dari sejumlah negara tujuan masih dipengaruhi ketidak pastian ekonomi global serta perubahan pola konsumsi masyarakat. (Foto : Karindra.).

Semarang-Spektroom: Industri furnitur Jepara mulai mengarahkan perhatian lebih besar ke pasar domestik sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika perdagangan global yang masih penuh tantangan. Langkah ini dilakukan meski penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat masih memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Sekretaris Jenderal DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Maskur Zaenuri, mengatakan bahwa menguatnya dolar AS berdampak positif terhadap kinerja eksportir furnitur. Sebab, transaksi ekspor menggunakan mata uang dolar, sementara sebagian besar biaya produksi masih menggunakan rupiah.

“Ketika dolar menguat, nilai penerimaan ekspor juga meningkat sehingga memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha,” ujar Maskur saat ditemui dalam pembukaan CJFACE 2026 di DP Mall Semarang, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, menurutnya, kondisi pasar ekspor belum sepenuhnya pulih. Permintaan dari sejumlah negara tujuan masih dipengaruhi ketidak pastian ekonomi global serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Salah satu segmen yang mengalami tekanan adalah furnitur luar ruang atau garden furniture. Permintaan terhadap produk tersebut menurun akibat faktor cuaca dan perlambatan ekonomi di beberapa negara tujuan ekspor.

Selain itu, tantangan logistik internasional yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi aktivitas perdagangan. Waktu pengiriman yang lebih panjang membuat sebagian pembeli menunda bahkan mengurangi pemesanan.

Menghadapi situasi tersebut, pelaku industri furnitur Jepara mulai memperkuat penetrasi pasar dalam negeri. Segmen perumahan, perhotelan, restoran, kafe, hingga sektor pariwisata dinilai memiliki potensi yang terus berkembang dan mampu menjadi penopang pertumbuhan industri.

Pasar domestik juga dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas furnitur produksi Jepara. Produk lokal tidak hanya diminati karena desainnya yang khas, tetapi juga karena kualitas material dan daya tahannya yang telah diakui.

Selain memperkuat pasar nasional, para eksportir juga berupaya membuka peluang di pasar non tradisional. Kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika menjadi sasaran baru untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar utama yang saat ini tengah melambat.

Industri furnitur masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jepara. Ribuan tenaga kerja menggantungkan hidup pada sektor ini, mulai dari pengrajin, pekerja pabrik, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

Dengan kombinasi pasar ekspor dan domestik yang semakin kuat, pelaku industri optimistis furnitur Jepara tetap mampu tumbuh di tengah ketidak pastian ekonomi global. Diversifikasi pasar dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing industri ke depan.

Berita terkait

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Banyuwangi -  Spektroom - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 yang berada di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan

Nurana Diah Dhayanti