Pasar Malam di Ponorogo Diharap Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Madiun-Spektroom : Memeriahkan Lebaran, pemerintah kabupaten Ponorogo menggelar Pasar Malam di alun-alun setempat. Tahun ini, pasar malam di Ponorogo berlangsung 5 Maret hingga 4 April 2026. Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo lebih memprioritaskan pelaku usaha lokal untuk mengisi stand pada pasar malam.
“Kami utamakan pedagang lokal mengisi stand-stand yang ada. Kalau masih tersedia space atau tempat, pedagang dari luar Ponorogo dapat ikut bergabung. Prioritas tetap diberikan kepada pedagang lokal,” kata Kepala Disperdagkum Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan (5/3/2026).
Gelaran pasar malam di Alun-Alun Ponorogo menjadi masa panen rezeki bagi para pedagang. Tingkat kunjungan sangat tinggi karena mayoritas warga Ponorogo merasa belum merayakan Lebaran tanpa datang ke alun-alun. “Memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi pedagang lokal untuk berpartisipasi dan merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan ini,” jelas Ringga.
Tersedia stand berukuran 2×2 meter bagi pedagang dan 10×10 meter untuk wahana permainan. Ringga memprediksi jumlah pemakai stand tidak terpaut jauh dibandingkan pasar malam Lebaran tahun lalu. Rasio antara pedagang lokal dan pedagang luar daerah di kisaran 70 persen berbanding 30 persen. “Harapannya UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) ikut tumbuh bersamaan perputaran roda ekonomi yang meningkat,” ungkapnya.
Ringga juga berharap target pendapatan asli daerah (PAD) dari hiruk-pikuk gelaran pasar malam di Alun-Alun Ponorogo tercapai. Setidaknya menyamai capaian dari event yang sama pada tahun sebelumnya. Sumber PAD itu berasal dari sewa stand awal, retribusi harian dengan hitungan perkalian per luasan stand, serta retribusi parkir.
Ditegaskan bahwa pemerintah daerah bukan sedang berbisnis dengan masyarakatnya dari event Pasar Malam Ramadan-Lebaran 2026. Namun, menyediakan sarana hiburan keluarga berupa aneka wisata kuliner, produk UMKM, serta wahana permainan. “Terutama menjadi penggerak ekonomi daerah, khususnya bagi para pelaku usaha lokal di Ponorogo,” kata Ringga.