Pastikan Kelompok Marginal Terlibat Dalam Kegiatan Restorasi Magrove, Tim ASEAN - UK FACT Interview Harian Warlok

Pastikan Kelompok Marginal Terlibat Dalam Kegiatan Restorasi Magrove, Tim ASEAN - UK FACT Interview Harian Warlok
Tim Kegiatan Kelompok Restorasi Mangrove Internasional, pastikan libatkan masyarakat marjinal, interrview harian Warlok.( Foto: Diskominfotik Bkls)

Spektroom - Guna memastikan kelompok Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) telah dilibatkan dalam setiap kegiatan perlindungan dan restorasi mangrove di wilayah Desa Teluk Pambang, Kembung Luar, dan Kembung Baru, Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) melakukan interview serta menggali informasi aktivitas harian warga lokal (warlok), Kamis 12 Februari 2026, di LPHD Desa Teluk Pambang

Kegiatan ini diikuti masyarakat lokal yang dibagi dua kelompok, melibatkan masyarakat suku asli dan disabilitas sebagai narasumber yang bercerita tentang aktifitas harian yang mereka lakukan.

Pada kesempatan itu, Mariski Nirwan, Manajer Senior Ketahanan Kawasan Pesisir YKAN, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan rangkaian terakhir kegiatan kunjungan Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) yang dilakukan di Desa Teluk Pambang.

Mariski berharap masyarakat marginal Desa Teluk Pambang benar-benar dapat berpartisipasi dalam menyampaikan informasi sekaligus menceritakan keadaan yang sebenarnya. Data yang disampaikan tersebut dapat digunakan sebagai bahan sharing antar-negara ASEAN.

Mariski mengatakan, penerapan prinsip GEDSI dalam proyek penjagaan dan restorasi mangrove sangat penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa partisipasi kelompok rentan dan disabilitas dalam proyek harus mencakup pengumpulan data inklusi disabilitas dan gender untuk memastikan kelompok rentan terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan.

"Menjaga mangrove adalah tentang keadilan sosial sekaligus pemulihan alam. Di mana setiap suara termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok terpinggirkan harus didengar", dan Sementara itu perwakilan Wahana Riset Indonesia (WRI) Mila Rizqiani, mengatakan setiap proyek mangrove harus mengintegrasikan GEDSI, guna memastikan manfaat restorasi, seperti peningkatan ekonomi dan perlindungan pesisir, dirasakan oleh semua warga, bukan hanya kelompok dominan.

Pendekatan partisipatif tim proyek wajib mencari masukan dari semua kelompok, termasuk perempuan dan minoritas, selama tahap perencanaan hingga pengawasan. Ini menciptakan rasa memiliki komunitas terhadap hutan mangrove yang dijaga.

Pada hari kelima, tim melakukan diskusi penyempurnaan hasil data yang telah dilakukan selama kunjungan lapangan di Desa Teluk Pambang, di Hotel Twin Bengkalis, Jum'at (13/2/2926).

Diskusi akhir ini tim memastikan bahwa semua data yang menjadi target telah terkumpul dengan baik dan sempurna. (SN/IM)

Berita terkait

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Gema Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Menyapa Pemudik di Pelabuhan Mangga Dua Ternate

Ternate–Spektroom: Momentum mudik Lebaran tahun ini dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga. Bertempat di Posko Mudik Pelabuhan Laut Ahmad Yani dan Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, dilakukan sosialisasi program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak serta percepatan penurunan stunting

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Jaga Marwah Pelayanan, KPK Tegaskan Pejabat Tak Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik

Jaga Marwah Pelayanan, KPK Tegaskan Pejabat Tak Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik

Jakarta - Spektroom : Menjelang Hari Raya Lebaran, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk mudik atau perjalanan keluarga. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengendalian dan Pencegahan Gratifikasi Hari Raya, KPK mengingatkan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk

Heriyoko