Pati Bersiap Membangun Sirkuit Sepatu Roda Betaraf Internasional
Spektroom Semarang: Pemerintah Kabupaten Pati merencanakan pembangunan sirkuit sepatu roda bertaraf internasional untuk memperkuat pembinaan atlet daerah.
Upaya ini diarahkan menghadirkan ruang latihan modern, sehingga peningkatan prestasi olahraga memperoleh dukungan infrastruktur berkualitas tinggi.
Ketua Perserosi Jateng Erlangga Adianza Wibowo mendukung rencana pembangunan sirkuit modern tersebut karena akan memperkuat pusat pelatihan atlet Pati.
Kesiapan program Pelatda PON dapat dipindah ke Pati apabila kualitas sirkuit memenuhi standar nasional.
“Kami sangat mengapresiasi pembangunan venue berstandar internasional yang akan mengoptimalkan pembinaan atlet sepatu roda daerah. Jika fasilitas terpenuhi dengan baik, pelatda dan TC PON sepenuhnya bisa kami pusatkan di Pati,” kata Erlangga saat menyaksikan Safari Kompetisi Seri – 1 Kejurprov Jateng Sepatu Roda, di komplek Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (15/11/2025).
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana meminta pemerintah daerah menyiapkan lahan sesuai kebutuhan perencanaan pembangunan sirkuit sepatu roda.
Pembangunan sirkuit modern menjadi bagian penting mendukung program nasional penguatan fasilitas olahraga yang digagas pemerintah pusat.
“Desain fasilitas kami review bersama mitra PUPR agar konstruksi venue memenuhi standar infrastruktur olahraga nasional. Pemerintah ingin daerah memiliki stadion dan venue olahraga lengkap sehingga percepatan prestasi nasional dapat tercapai,” ungkapnya.
Bupati Pati Sudewo memastikan kawasan Alun-Alun Kembangjoyo dipilih sebagai lokasi pembangunan sirkuit sepatu roda terpadu yang representatif. “Fasilitas atletik dan sepatu roda akan kami integrasikan agar kawasan olahraga ini berfungsi efektif,” jelasnya.
Pembangunan sirkuit bertaraf internasional diharapkan mempercepat kemajuan olahraga Pati sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pembinaan prestasi daerah.
Pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan fasilitas terbaik sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.(AP)