PBSI Kota Semarang Rencanakan Agenda Baru Tahun Ini

PBSI Kota Semarang Rencanakan Agenda Baru Tahun Ini
Ketua Umum Pengkot PBSI Semarang Ahmad Muhaimin membuka Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) di kampus USM, Kamis (8/1/2026). (Foto: PBSI Semarang)

Spektroom: Even evaluasi kerja tahun 2025 dan sekaligus penyusunan agenda kerja tahun 2026 menjadi warna Musyawarah Kerja Kota PBSI Semarang.

Ketua PBSI Kota Semarang Ahmad Muhaimin memimpin muskerkot yang diikuti sebanyak 24 peserta dari perwakilan klub dan pengurus.

Muhaimin mengatakan ,Muskerkot menjadi forum evaluasi program 2025. Selain itu, forum menyusun agenda kerja satu tahun ke depan.

“Beberapa program kerja yang telah dilaksanakan, tentunya tidak lepas dari kerja sama segenap pengurus dan berbagai pihak. Kami berterima kasih, kerja samanya telah berlangsung baik,” ujarnya di Kampus USM, Kamis (8/1/2026).

Kepala Bidang Pertandingan dan Perwasitan, Suwardito menyampaikan sejumlah agenda kejuaraan 2026. Beberapa di antaranya yaitu Kejurkot, USM Open, dan Piala Rektor USM.

“Kami juga akan menggandeng USM untuk menggelar Piala Rektor USM pada November. Selain itu, ada kejuaraan Losaac Loyola Cup dan Udinus Cup,” ungkapnya.

Selain kejuaraan, PBSI Semarang juga menyiapkan penataran wasit tingkat kota. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas perangkat pertandingan.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi, Setyo Purwanto menambahkan, agenda kejuaraan mendukung persiapan Pekan Olahraga Provinsi(Porprov).

“Kami berharap, di Porprov nanti bisa meraih prestasi yang terbaik dan akan mengoptimalkan pelatihan di PB PBSI Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi, Sukimin menyebut, pendataan klub aktif tetap dilakukan. “Kami berharap, klub-klub yang catatan di PBSI pasif segera melakukan pembinaan atlet dan aktif mengirimkan atletnya dalam kejuaraan," katanya.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti