PDIP Pasang Badan Bela Pilkada Langsung

PDIP Pasang Badan Bela Pilkada Langsung
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Glorio Sanen, saat menyampaikan keterangan kepada media.(Foto : Apolo/Spektroom)

Spektroom – Di tengah menguatnya wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD, PDI Perjuangan tampil sebagai satu-satunya partai politik yang secara terbuka dan tegas menyatakan penolakan. Sikap ini bukan sekadar posisi politik, melainkan cermin konsistensi ideologis partai dalam menjaga kedaulatan rakyat.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Glorio Sanen, menegaskan bahwa Pilkada langsung adalah hak rakyat yang dijamin konstitusi, ujarnya Kamis (08/01/2026). Demokrasi tidak boleh ditarik mundur hanya demi alasan efisiensi atau kepentingan elite politik.

“Pilkada langsung adalah wujud nyata kedaulatan rakyat. Jika dikembalikan ke DPRD, maka rakyat kehilangan hak dasarnya untuk menentukan pemimpin. Kekuasaan akan berpindah ke tangan segelintir elite,” tegas Sanen.

Sejak reformasi, Pilkada langsung telah menjadi ruang partisipasi rakyat untuk terlibat aktif dalam menentukan arah daerahnya. Lebih dari sekadar memilih, Pilkada adalah momen di mana suara warga petani, nelayan, buruh, dan masyarakat kecil memiliki nilai yang sama dengan elite politik.

Sanen menekankan sikap PDI Perjuangan berpijak kuat pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang secara konsisten menegaskan Pilkada langsung sebagai amanat konstitusi. Sejumlah putusan MK, mulai dari Nomor 97/PUU-XI/2013 hingga Putusan terbaru Nomor 110/PUU-XXIII/2025, menempatkan pemilihan langsung sebagai bentuk demokrasi yang paling mendekati prinsip kedaulatan rakyat.

Menurutnya, alasan efisiensi anggaran dan pencegahan politik uang yang kerap dijadikan dalih mengubah mekanisme Pilkada justru tidak menyentuh akar persoalan. Demokrasi tidak langsung, kata Sanen, berpotensi melahirkan transaksi politik yang lebih tertutup dan mahal di tingkat elite.

“Kalau masalahnya biaya politik dan politik uang, yang dibenahi adalah penegakan hukum dan pengawasan pemilu, bukan mencabut hak rakyat,” ujarnya.

Ia menilai negara telah memiliki perangkat kelembagaan yang memadai, seperti KPU, Bawaslu, dan Gakkumdu, yang seharusnya dioptimalkan untuk menjaga kualitas demokrasi. Bagi PDI Perjuangan, Pilkada bukan sekadar prosedur politik 5 tahunan, melainkan pesta rakyat ruang harapan dan masa depan.

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno