Pedagang Musiman Di Jayapura Mengeluh, Atribut Merah Putih Sepi Pembeli

Pedagang Musiman Di Jayapura Mengeluh, Atribut Merah Putih Sepi Pembeli
Aktivitas penjualan atribut merah putih oleh pedagang musiman di Abepura Jayapura. (foto: Tony Teniwut)

Jayapura-Spektroom : Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun(HUT) KE 81 Kemerdekaan RI tahun 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih di Abepura Jayapura, mengeluhkan turunnya omset dan sepi pembeli akibat melemahnya daya beli masyarakat serta penggunaan kembali bendera dari tahun-tahun sebelumnya.

Faktor Penyebab menurunnya daya beli, membuat masyarakat lebih memilih mengutamakan kebutuhan pokok dan biaya pendidikan anak ketimbang membeli atribut baru.

Disisi lain, penggunaan bendera lama oleh sebagian besar warga yang masih menyimpan dan menggunakan bendera atau umbul-umbul dari tahun sebelumnya yang dinilai masih layak pakai. Belum lagi persaingan pasar dengan banyaknya pilihan pembelian secara online turut memengaruhi kunjungan pembeli ke lapak fisik di pinggir jalan Abepura.

Ditemui saat berjualan atribut Merah Putih di Abepura Jayapura Jumat,14 Agustus 2026, Chairul sebagai salah satu pedagang musiman menuturkan, sepihnya pembeli, sehingga omsetpun menurun dratis dibanding beberapa tahun lalu.

Bukan saja dirinya, namun sesama pedagang musiman yang datang dari luar daerah maupun pedagang lokal yang menyediakan Stok bendera, umbul-umbul, dan background merah putih, juga ikut merasakan hal serupa.

"Tahun ini sangat sepih pembeli..padahal HUT RI tinggal beberapa hari lagi...padahal kita sudah turunkan harga biar cepat laris....tapi begitulah kondisinya,"tuturnya.

Menurut pedagang asal Sulawesih itu, Bendera Merah Putih berukuran besar Rp.75.000 sampai Rp.100.000,- Demikian pula umbul umbul pada kisaran Rp.50.000 sampai Rp.150.000,- serta background merah putih,pada kisaran Rp.50.000 hungga Rp.300.000,- sesuai jenis dan ukurannya,.juga tidak menarik minat pembeli.

"Harga sekarang ini sudah dikasih turun dan tidak seperti beberapa tahun lalu.. tapi beginilah hanya satu dua buah yang terjual.. kadang kadangpun tidak ada pembeli," kata Chairul.

Ia mengaku kondisi ini jauh berbeda dengan saat piala dunia,.karena saat itu omset perhari bisa mencapai ratusan hungga jutaan rupiah.

,"yaaaa...kalau piala dunia itu...pembeli banyak dan ramai sampai para pedagang bisa raih keuntungan ratusan sampai jutaan rupiah perhari....tapi sekarang sunyi dari pembeli. Semoga saja tahun depan karena tidak ada piala dunia tooooo...jadi pembeli atribut merah putih banyak,tutup Chairul.

Berita terkait